Untuk kelas 1 MI, pembelajaran Al-Qur’an Hadis disusun dengan pendekatan yang menyenangkan dan bertahap. Materi difokuskan pada pengenalan dasar, seperti menghafal surat-surat pendek dan memahami adab sederhana, yang terbagi dalam dua semester .
Berikut adalah rincian materi pokok berdasarkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang umum digunakan:
📖 Semester 1
Fokus utama di semester ini adalah pengenalan awal dan pembiasaan.
- Menghafal Surat-surat Pendek: Siswa mulai diperkenalkan dengan surat-surat pendek dari Juz ‘Amma. Target hafalan meliputi Surat Al-Fatihah, An-Naas, Al-Falaq, Al-Ikhlas, dan Al-Lahab .
- Tujuan Pembelajaran: Siswa mampu melafalkan dan menghafalkan surat-surat tersebut dengan benar dan fasih .
🌱 Semester 2
Pembelajaran dilanjutkan dengan menambah hafalan dan pengenalan huruf.
- Menambah Hafalan Surat Pendek: Target hafalan dilanjutkan dengan Surat An-Nashr dan Al-Quraisy .
- Mengenal Huruf Hijaiyah: Ini adalah fondasi penting. Siswa dikenalkan pada huruf-huruf hijaiyah dan tanda baca (harakat) serta mulai belajar cara membacanya sesuai dengan tempat keluarnya huruf (makhraj) .
- Memahami Hadis tentang Kebersihan: Siswa diperkenalkan dengan hadis tentang kebersihan. Tujuannya agar siswa mampu menerjemahkan secara sederhana, menghafalkan, serta menunjukkan perilaku bersih dalam kehidupan sehari-hari .
- Tujuan Pembelajaran: Siswa mampu membaca huruf hijaiyah, melanjutkan hafalan surat pendek, serta memahami dan mengamalkan nilai kebersihan dari hadis .
💡 Pendekatan dalam Pembelajaran
Untuk mendukung pemahaman siswa kelas 1, bahan ajar biasanya dirancang dengan:
- Konteks yang Dekat: Materi dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari, misalnya studi kasus sederhana tentang kebersihan .
- Aktivitas Beragam: Terdapat aktivitas mandiri dan kelompok yang melatih keterampilan berpikir serta pemahaman siswa .
- Terjemahan Per Kata: Memudahkan siswa memahami arti dari surat dan hadis yang dipelajari .
Rincian Target Hafalan Surat Pendek Kelas 1
| No. | Surat | Jumlah Ayat | Isi Kandungan Sederhana | Catatan untuk Guru |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Al-Fatihah | 7 | Induknya Al-Qur’an, wajib dibaca dalam shalat. Mengandung pujian kepada Allah dan permohonan petunjuk. | Prioritas utama karena dibaca setiap rakaat shalat. Ajarkan dengan pelafalan yang sangat teliti (tajwid dasar seperti mad dan ghunnah). |
| 2 | An-Naas | 6 | Memohon perlindungan Allah dari godaan setan yang membisikkan kejahatan. | Surat pendek dengan pengulangan kata yang mudah diingat. Biasakan membaca sebagai doa perlindungan sebelum tidur. |
| 3 | Al-Falaq | 5 | Memohon perlindungan Allah dari kejahatan makhluk, kegelapan, sihir, dan hasad (dengki). | Ajarkan bahwa surat ini adalah “doa pagi” untuk meminta keselamatan. |
| 4 | Al-Ikhlas | 4 | Menegaskan keesaan Allah (tauhid). “Allah itu Esa, tidak beranak dan tidak diperanakkan.” | Setara dengan sepertiga Al-Qur’an. Lafalnya pendek dan tegas, mudah dihafal. |
| 5 | Al-Lahab | 5 | Kisah tentang Abu Lahab (paman Nabi) yang menentang dakwah dan akan celaka. | Membantu siswa memahami bahwa perbuatan buruk akan mendapat balasan. |
| Tambahan (Semester 2) | An-Nashr | 3 | Pertolongan Allah dan kemenangan (Fathu Makkah) akan datang, maka bertasbih dan memohon ampun. | Sangat pendek (3 ayat), cocok untuk menambah semangat hafalan siswa. |
| Tambahan (Semester 2) | Al-Quraisy | 4 | Kenikmatan Allah kepada suku Quraisy, agar mereka menyembah Allah yang memberi makan dan keamanan. | Mengaitkan dengan rasa syukur atas makanan dan keamanan yang dirasakan sehari-hari. |
Tips Mengajarkan Hafalan untuk Kelas 1
- Metode Pengulangan (Talaqqi):
- Guru membaca satu ayat, siswa menirukan secara bersama-sama, lalu satu per satu. Lakukan pengulangan minimal 5-7 kali setiap pertemuan .
- Bernyanyi atau Melodi:
- Surat pendek dilantunkan dengan irama sederhana dan ceria agar lebih mudah diingat oleh otak anak .
- Visual dan Gerakan:
- Gunakan kartu bergambar untuk setiap kata kunci. Misalnya, untuk Surat Al-Fil, tunjukkan gambar gajah; untuk Al-Ma’un, tunjukkan gambar anak yatim.
- Setoran Hafalan Bertahap:
- Target per minggu: 1 surat (untuk yang pendek seperti Al-Ikhlas) atau 2 pertemuan untuk surat yang lebih panjang (Al-Fatihah).
- Reward (Penghargaan):
- Berikan stiker bintang atau pujian di depan kelas setiap kali siswa berhasil menyelesaikan setoran hafalan, untuk memotivasi teman-teman lainnya .
Contoh Kalimat Pengantar untuk Siswa
“Anak-anak, hari ini kita akan belajar surat yang sangat istimewa. Namanya Surat Al-Ikhlas. Surat ini hanya 4 ayat, tetapi pahalanya sangat besar, sama dengan membaca sepertiga Al-Qur’an. Ayo, kita baca bersama-sama. Dengarkan Ibu/Guru dulu ya… Qul huwallahu ahad…“
Rincian Surat An-Nashr dan Al-Quraisy
1. Surat An-Nashr (الْنَّصْرُ) – “Pertolongan”
- Jumlah Ayat: 3 ayat
- Urutan dalam Al-Qur’an: Surah ke-110
- Klasifikasi: Madaniyyah (turun di Madinah)
Teks Arab, Latin, dan Artinya
| Ayat | Arab | Latin | Artinya |
|---|---|---|---|
| 1 | إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ | Idzā jā-a nashrullāhi wal-fat-h | “Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan,” |
| 2 | وَرَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُونَ فِي دِينِ اللَّهِ أَفْوَاجًا | Wa ra-aitan-nāsa yadkhulūna fī dīnillāhi afwājā | “Dan engkau melihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong,” |
| 3 | فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ ۚ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا | Fa sabbiḥ biḥamdi rabbika wastaghfir-hū, innahū kāna tawwābā | “Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sungguh, Dia Maha Penerima tobat.” |
Isi Kandungan Sederhana untuk Anak Kelas 1
- Ayat 1-2: Allah akan menolong hamba-Nya dan memberikan kemenangan. Banyak orang akan masuk Islam secara ramai-ramai (seperti saat peristiwa Fathu Makkah).
- Ayat 3: Ketika mendapat kemenangan, kita tidak boleh sombong. Kita harus memuji Allah dan meminta ampun kepada-Nya.
Nilai yang Bisa Diajarkan
- Bersyukur atas pertolongan yang diberikan Allah.
- Rendah hati (tidak sombong) ketika mendapat keberhasilan.
- Rajin berdoa dan beristighfar (meminta ampun).
Cara Mengajarkan ke Anak Kelas 1
- Cerita Singkat: Ceritakan bahwa surat ini turun ketika Nabi Muhammad saw. berhasil menaklukkan Kota Makkah dengan damai. Allah memerintahkan Nabi untuk tetap memuji Allah dan meminta ampun, bukan malah membanggakan diri.
- Gerakan: Saat ayat 1-2, angkat tangan seperti menang (kemenangan). Saat ayat 3, tepuk dada dan minta ampun (sambil mengucap “astaghfirullah”).
- Lagu/Irama: Gunakan irama lagu anak yang ceria, misalnya nada “Balonku Ada Lima”, untuk memudahkan hafalan.
2. Surat Al-Quraisy (قُرَيْشٍ) – “Suku Quraisy”
- Jumlah Ayat: 4 ayat
- Urutan dalam Al-Qur’an: Surah ke-106
- Klasifikasi: Makkiyyah (turun di Makkah)
Teks Arab, Latin, dan Artinya
| Ayat | Arab | Latin | Artinya |
|---|---|---|---|
| 1 | لِإِيلَافِ قُرَيْشٍ | Li īlāfi quraisy | “Karena kebiasaan orang-orang Quraisy,” |
| 2 | إِيلَافِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَاءِ وَالصَّيْفِ | Īlāfihim riḥlatasy-syitā’i waṣ-ṣayf | “(Yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas.” |
| 3 | فَلْيَعْبُدُوا رَبَّ هَٰذَا الْبَيْتِ | Falya’budū rabba hādzal-bait | “Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan pemilik rumah ini (Ka’bah),” |
| 4 | الَّذِي أَطْعَمَهُمْ مِنْ جُوعٍ وَآمَنَهُمْ مِنْ خَوْفٍ | Alladzī aṭ’amahum min jū’i wa āmanahum min khauf | “Yang telah memberi mereka makanan untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari rasa takut.” |
Isi Kandungan Sederhana untuk Anak Kelas 1
- Ayat 1-2: Allah mengingatkan nikmat yang diberikan kepada suku Quraisy. Mereka bisa bepergian dengan aman untuk berdagang di musim dingin (ke Yaman) dan musim panas (ke Syam).
- Ayat 3-4: Karena Allah sudah memberi mereka makanan dan keamanan, maka sudah sepantasnya mereka menyembah Allah (Pemilik Ka’bah).
Nilai yang Bisa Diajarkan
- Bersyukur atas makanan yang kita makan setiap hari.
- Bersyukur atas rasa aman dan damai di lingkungan kita.
- Menyembah hanya kepada Allah, bukan kepada yang lain.
Cara Mengajarkan ke Anak Kelas 1
- Cerita Singkat: Ceritakan bahwa suku Quraisy adalah nenek moyang Nabi Muhammad. Mereka sering bepergian jauh untuk berdagang. Allah melindungi perjalanan mereka sehingga aman dan bisa mendapatkan makanan yang cukup.
- Tanya Jawab: “Siapa yang memberi kita makanan?” (Allah). “Siapa yang membuat kita aman?” (Allah). “Maka siapa yang harus kita sembah?” (Allah).
- Visual: Tunjukkan gambar Ka’bah, serta gambar orang bepergian dengan unta di musim dingin dan musim panas (gunakan ilustrasi sederhana).
Tabel Ringkasan Kedua Surat
| Aspek | An-Nashr | Al-Quraisy |
|---|---|---|
| Jumlah Ayat | 3 | 4 |
| Kata Kunci | Pertolongan, kemenangan, bertasbih, istighfar | Kebiasaan Quraisy, musim dingin-panas, makanan, aman |
| Nilai Utama | Rendah hati setelah sukses, rajin berdoa | Syukur atas makanan dan keamanan, tauhid (hanya Allah yang disembah) |
| Metode Hafalan | Gerakan tangan (menang → tepuk dada) | Visual (gambar Ka’bah, unta, makanan) |
Contoh Aktivitas Pembelajaran untuk Kelas 1
Aktivitas 1: Menyusun Kartu Ayat
- Buat kartu-kartu berisi potongan ayat (setiap kartu 1 ayat). Minta siswa menyusun kartu tersebut secara berurutan.
- Untuk Surat An-Nashr: 3 kartu. Untuk Surat Al-Quraisy: 4 kartu.
Aktivitas 2: Mewarnai Gambar
- Sediakan gambar Ka’bah, orang bepergian, dan makanan. Siswa mewarnai sambil diingatkan bahwa semua ini adalah nikmat dari Allah.
- Setelah mewarnai, siswa diminta menempelkan tulisan surat Al-Quraisy di bawah gambar.
Aktivitas 3: Setoran Hafalan dengan Bintang
- Buat papan prestasi kelas. Setiap kali siswa berhasil menyetor hafalan An-Nashr, beri 1 bintang. Hafalan Al-Quraisy, beri 1 bintang lagi.
- Jika hafal keduanya, beri hadiah khusus (misalnya stiker atau tepuk tangan meriah).
Contoh Soal Evaluasi Sederhana
A. Isian Singkat
- Surat An-Nashr terdiri dari … ayat. (jawaban: 3)
- Pada surat An-Nashr, kita diperintahkan untuk bertasbih dan … (jawaban: istighfar/meminta ampun)
- Surat Al-Quraisy menceritakan tentang kebiasaan suku … (jawaban: Quraisy)
- “Alladzī aṭ’amahum min jūi” artinya “Yang telah memberi mereka makanan untuk menghilangkan …” (jawaban: lapar)
B. Praktik Hafalan
- Siswa diminta membaca/memperagakan hafalan Surat An-Nashr atau Al-Quraisy secara bergiliran di depan kelas.
Bahan Ajar Kelas 1: Mengenal Huruf Hijaiyah
Materi mengenal huruf hijaiyah merupakan fondasi penting bagi siswa kelas 1 agar kelak mampu membaca Al-Qur’an dengan baik. Berikut bahan ajar lengkap yang dapat digunakan.
A. Kompetensi Dasar dan Tujuan Pembelajaran
Capaian Pembelajaran (Fase A):
Peserta didik mampu mengenal huruf hijaiyah berharakat dan huruf hijaiyah bersambung sebagai dasar membaca Al-Qur’an .
Tujuan Pembelajaran:
- Siswa mampu menyebutkan huruf hijaiyah dari alif sampai ya dengan lafal yang benar .
- Siswa mampu mengenal tanda baca (harakat) fathah, kasrah, dan dhammah .
- Siswa mampu melafalkan huruf hijaiyah berharakat dengan benar .
B. Materi Pokok
1. Pengertian Huruf Hijaiyah
Huruf hijaiyah adalah huruf-huruf yang digunakan dalam aksara Arab untuk menulis Al-Qur’an. Jumlah huruf hijaiyah ada 28 huruf . Seperti halnya huruf alfabet di Indonesia, huruf hijaiyah adalah lambang bunyi yang membentuk kata dan kalimat dalam bahasa Arab .
Catatan Guru: Sampaikan bahwa mempelajari huruf hijaiyah adalah kewajiban bagi umat Islam karena merupakan dasar membaca Al-Qur’an.
2. Daftar Huruf Hijaiyah (dari Alif sampai Ya)
| No. | Huruf | Nama | No. | Huruf | Nama |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | ا | Alif | 15 | ص | Shad |
| 2 | ب | Ba | 16 | ض | Dhad |
| 3 | ت | Ta | 17 | ط | Tha |
| 4 | ث | Tsa | 18 | ظ | Zha |
| 5 | ج | Jim | 19 | ع | ‘Ain |
| 6 | ح | Ha | 20 | غ | Ghain |
| 7 | خ | Kha | 21 | ف | Fa |
| 8 | د | Dal | 22 | ق | Qaf |
| 9 | ذ | Dzal | 23 | ك | Kaf |
| 10 | ر | Ra | 24 | ل | Lam |
| 11 | ز | Zai | 25 | م | Mim |
| 12 | س | Sin | 26 | ن | Nun |
| 13 | ش | Syin | 27 | و | Waw |
| 14 | ع | Sad | 28 | هـ | Ha |
| 29 | لا | Lam-Alif | |||
| 30 | ي | Ya |
Catatan: Beberapa sumber menyebutkan 30 huruf jika memasukkan Lam-Alif (لا) sebagai satu kesatuan .
3. Mengenal Harakat (Tanda Baca)
Huruf hijaiyah baru bisa dibunyikan apabila diberi harakat . Harakat dasar yang perlu diperkenalkan di kelas 1 ada tiga:
| Harakat | Lambang | Nama | Bunyi | Contoh |
|---|---|---|---|---|
| Fathah | َ | Fathah | a (contoh: بَ = ba) | بَ |
| Kasrah | ِ | Kasrah | i (contoh: بِ = bi) | بِ |
| Dhammah | ُ | Dhammah | u (contoh: بُ = bu) | بُ |
C. Metode Pembelajaran yang Efektif
Untuk siswa kelas 1, metode pembelajaran harus menyenangkan dan interaktif . Berikut beberapa pendekatan yang direkomendasikan:
D. Kegiatan Pembelajaran (Skenario 1 Pertemuan)
A. Pendahuluan (10 menit)
- Guru memberi salam dan berdoa bersama .
- Menanyakan kabar dan memeriksa kehadiran siswa.
- Memberikan pertanyaan pemantik:
- Menyampaikan tujuan pembelajaran.
B. Kegiatan Inti (50 menit)
- Mengamati: Guru menempelkan poster huruf hijaiyah di papan tulis, siswa mengamati .
- Menjelaskan: Guru menjelaskan bahwa Al-Qur’an ditulis dengan huruf hijaiyah dan huruf ini harus dikenali dan dihafal .
- Menirukan: Guru melafalkan huruf hijaiyah satu per satu, siswa menirukan dengan suara keras .
- Berlatih: Siswa dibagi dalam kelompok kecil. Setiap kelompok diminta melafalkan huruf hijaiyah secara bergantian .
- Memperkuat: Guru menayangkan video pembelajaran tentang huruf hijaiyah .
C. Penutup (10 menit)
- Menyimpulkan pembelajaran bersama siswa.
- Refleksi: “Apa yang sudah kalian pelajari hari ini?”
- Memberi tugas: berlatih melafalkan huruf hijaiyah di rumah.
- Menutup pelajaran dengan doa dan salam.
E. Media dan Alat Peraga
F. Penilaian dan Evaluasi
1. Penilaian Lisan
- Siswa diminta menunjukkan dan melafalkan huruf hijaiyah yang ditunjuk guru.
- Siswa diminta menyebutkan nama harakat yang ditunjukkan guru .
2. Penilaian Praktik
- Siswa menirukan pelafalan huruf hijaiyah berharakat yang dicontohkan guru.
- Siswa memasangkan kartu huruf dengan kartu harakat yang sesuai .
3. Rubrik Penilaian Sederhana
| Kriteria | Mahir | Cakap | Layak | Baru Berkembang |
|---|---|---|---|---|
| Menyebutkan Huruf | Menyebutkan semua huruf dengan benar | Menyebutkan sebagian besar huruf | Menyebutkan beberapa huruf | Belum dapat menyebutkan |
| Melafalkan Harakat | Melafalkan dengan benar dan jelas | Melafalkan dengan cukup jelas | Melafalkan namun masih terbata-bata | Belum dapat melafalkan |
G. Refleksi untuk Guru
Setelah pembelajaran, guru dapat merenungkan:
- Apakah kegiatan belajar berhasil?
- Kesulitan apa yang dialami siswa?
- Apakah seluruh siswa mengikuti pelajaran dengan baik?
- Apa langkah perbaikan untuk pertemuan berikutnya?
H. Sumber Belajar
- Buku Al-Qur’an Hadis Kelas 1 Kementerian Agama RI .
- Poster huruf hijaiyah dan harakat.
- Lembar kerja menulis huruf hijaiyah dengan titik-titik .
- Video pembelajaran dari sumber terpercaya.
Bahan Ajar Kelas 1: Memahami Hadis tentang Kebersihan
Materi hadis tentang kebersihan merupakan salah satu ajaran fundamental yang diajarkan kepada siswa kelas 1 MI. Tujuannya adalah menanamkan kesadaran akan pentingnya kebersihan sebagai bagian dari keimanan sekaligus membentuk karakter muslim yang bersih dan sehat .
A. Kompetensi Dasar dan Tujuan Pembelajaran
Capaian Pembelajaran (Fase A):
Peserta didik mampu memahami hadis tentang kebersihan secara sederhana, menghafalkannya, dan menerapkan nilai kebersihan dalam kehidupan sehari-hari .
Tujuan Pembelajaran:
- Siswa mampu melafalkan hadis tentang kebersihan dengan benar .
- Siswa mampu mengetahui arti hadis secara sederhana .
- Siswa mampu menghafalkan hadis tentang kebersihan .
- Siswa mampu menunjukkan perilaku bersih dalam kehidupan sehari-hari .
B. Materi Pokok: Hadis tentang Kebersihan
1. Teks Hadis (Arab, Latin, dan Arti)
| Arab | Latin | Arti |
|---|---|---|
| اَلطُّهُوْرُ شَطْرُ الْإِيْمَانِ | Aṭ-ṭahūru syaṭrul īmān | “Kebersihan adalah sebagian dari iman.” (HR. Muslim) |
2. Penjelasan Hadis untuk Anak Kelas 1
Hadis ini mengajarkan bahwa kebersihan itu penting, bahkan termasuk bagian dari iman seseorang . Artinya, orang yang beriman pasti menyukai kebersihan dan menjaganya.
Makna sederhana untuk anak-anak:
- Hadis ini mengajarkan kita untuk selalu hidup bersih .
- Bersih itu banyak macamnya: badan bersih, pakaian bersih, dan lingkungan bersih .
- Jika kita bersih, berarti kita adalah muslim yang baik .
Catatan Guru: Secara akademis, redaksi “an-nadhafatu minal iman” dikenal sebagai ungkapan populer, sedangkan redaksi hadis yang diriwayatkan Imam Muslim adalah “aṭ-ṭahūru syaṭrul īmān” (kesucian/kebersihan adalah sebagian dari iman) . Keduanya mengandung makna yang sama: kebersihan adalah bagian penting dari iman.
C. Contoh Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari
Setelah memahami hadis, siswa diajak menerapkan nilai kebersihan dalam hal-hal berikut:
Praktik Mencuci Tangan yang Baik
Agar lebih mudah diingat, siswa dapat diajarkan langkah mencuci tangan yang benar melalui lagu dan gerakan :
- Basahi tangan dengan air mengalir.
- Gunakan sabun.
- Gosok telapak tangan, punggung tangan, sela-sela jari, dan kuku.
- Bilas dengan air bersih.
- Keringkan dengan handuk bersih.
Waktu penting mencuci tangan: sebelum makan, setelah dari toilet, dan setelah bermain .
D. Metode dan Kegiatan Pembelajaran
E. Aktivitas Pembelajaran (Skenario 1 Pertemuan)
A. Pendahuluan (10 menit)
- Salam dan doa bersama.
- Tanya jawab: “Siapa tadi pagi sudah mandi?” “Siapa yang sudah sikat gigi?”
- Menyampaikan tujuan: belajar hadis tentang kebersihan.
B. Kegiatan Inti (50 menit)
- Mengenal Hadis: Guru menuliskan hadis “Aṭ-ṭahūru syaṭrul īmān” di papan tulis, lalu membacakan artinya .
- Menirukan: Guru melafalkan hadis berulang kali, siswa menirukan dengan semangat .
- Menghafal: Siswa menghafal hadis secara bersama-sama dan bergiliran .
- Mengamati Gambar: Guru menunjukkan gambar kegiatan bersih-bersih, siswa menyebutkan apa yang mereka lihat .
- Praktik: Siswa diajak ke wastafel untuk mempraktikkan cuci tangan yang benar .
C. Penutup (10 menit)
- Menyimpulkan: “Hadis yang kita pelajari artinya kebersihan adalah sebagian dari iman.”
- Refleksi: “Mulai hari ini, kita harus rajin mandi, sikat gigi, dan cuci tangan.”
- Tugas: Hafalkan hadis di rumah dan terapkan kebersihan.
- Doa dan salam.
F. Media dan Alat Peraga
G. Penilaian dan Evaluasi
1. Penilaian Hafalan
2. Penilaian Sikap (Observasi)
- Guru mengamati perilaku siswa: apakah mereka menjaga kebersihan diri (kuku bersih, pakaian rapi) dan lingkungan (membuang sampah pada tempatnya) .
3. Soal Sederhana (Lisan/Tertulis)
- “Apa arti hadis Aṭ-ṭahūru syaṭrul īmān?” (Jawaban: Kebersihan adalah sebagian dari iman)
- “Sebutkan 2 cara menjaga kebersihan badan!” (Jawaban: mandi, sikat gigi, cuci tangan)
4. Rubrik Penilaian
| Kriteria | Mahir | Cakap | Baru Berkembang |
|---|---|---|---|
| Hafalan Hadis | Hafal dengan lancar | Hafal dengan bantuan | Belum hafal |
| Praktik Kebersihan | Selalu menerapkan | Kadang menerapkan | Belum terbiasa |
