BAHAN AJAR KELAS 2

Materi pelajaran Al-Qur’an Hadis untuk kelas 2 MI dibagi ke dalam dua semester dan umumnya mencakup pengenalan penulisan huruf hijaiyah, hukum bacaan, hafalan surat-surat pendek, serta pemahaman hadis . Berikut adalah rincian bab-bab yang diajarkan berdasarkan kurikulum yang umum digunakan (KMA 183 dan buku acuan KSKK Kemenag 2020) :

📖 Semester 1 (Ganjil)

BabJudul/TopikMateri Pokok
1Menulis Huruf HijaiyahCara menulis huruf hijaiyah secara terpisah dan bersambung dengan baik dan benar .
2Hukum Bacaan GhunnahMemahami dan mempraktikkan cara membaca bacaan ghunnah (dengung) dengan benar .
3Surah Al-Fīl (105)Membaca, menghafal, dan memahami isi kandungan Surah Al-Fīl .
4Surah Al-Humazah (104)Membaca, menghafal, dan memahami isi kandungan Surah Al-Humazah .
5Surah Al-‘Ashr (103)Membaca, menghafal, dan memahami isi kandungan Surah Al-‘Ashr .
6Surah At-Takātsur (102)Membaca, menghafal, dan memahami isi kandungan Surah At-Takātsur .
7Hadis Keutamaan Belajar Al-Qur’anMembaca, menerjemahkan, dan menghafal hadis tentang keutamaan orang yang mempelajari dan mengajarkan Al-Qur’an .

🌱 Semester 2 (Genap)

BabJudul/TopikMateri Pokok
8Hukum Bacaan Al-Qomariyah dan Al-SyamsiyahMemahami perbedaan dan cara membaca huruf al-qomariyah (qamariyah) dan al-syamsiyah .
9Surah Al-Mā’ūn (107)Membaca, menghafal, dan memahami isi kandungan Surah Al-Mā’ūn .
10Surah Al-Qadr (97)Membaca, menghafal, dan memahami isi kandungan Surah Al-Qadr .
11Surah Al-Qāri’ah (101)Membaca dan memahami isi kandungan Surah Al-Qāri’ah .
12Surah Al-‘Adiyāt (100)Membaca dan memahami isi kandungan Surah Al-‘Adiyāt .
13Surah Az-Zalzalah (99)Membaca dan memahami isi kandungan Surah Az-Zalzalah .
14Surah Al-Bayyinah (98)Membaca dan memahami isi kandungan Surah Al-Bayyinah .

💡 Catatan untuk Guru

  • Fokus Keterampilan Dasar: Di kelas 2, penekanan utama adalah pada penulisan huruf hijaiyah bersambung dan pengenalan hukum bacaan dasar. Ini adalah fondasi penting sebelum siswa memasuki kelas yang lebih tinggi .
  • Kurikulum Acuan: Meskipun ada beberapa variasi dalam urutan dan jumlah bab, materi inti ini mengacu pada Kompetensi Dasar (KD) dari KMA 183 Tahun 2019 dan buku-buku resmi yang diterbitkan Kementerian Agama .
  • Fase A: Kelas 2 berada pada Fase A, yang mencakup kelas 1 dan 2 dalam Kurikulum Merdeka . Ini berarti tujuan pembelajarannya masih bersifat dasar dan pengenalan.

Bahan Ajar Kelas 2: Menulis Huruf Hijaiyah

Materi menulis huruf hijaiyah di kelas 2 merupakan kelanjutan dari pengenalan huruf di kelas 1. Fokus pembelajarannya adalah mengajarkan siswa menulis huruf hijaiyah secara terpisah terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan bersambung . Kemampuan ini adalah fondasi penting agar siswa kelak mampu membaca Al-Qur’an yang ditulis dengan huruf sambung .


A. Kompetensi Dasar dan Tujuan Pembelajaran

Capaian Pembelajaran (Fase A):
Peserta didik mampu mengenal huruf hijaiyah secara terpisah dan bersambung beserta tanda bacanya .

Kompetensi Dasar (KD):

  • 3.2 Mengetahui penulisan huruf-huruf hijaiyah secara terpisah dan bersambung 
  • 4.2 Menulis huruf-huruf hijaiyah secara terpisah dan bersambung 

Tujuan Pembelajaran:

  1. Siswa mampu mengenali dan membedakan 30 huruf hijaiyah 
  2. Siswa mampu menulis huruf hijaiyah secara terpisah dengan benar 
  3. Siswa mampu memahami bentuk perubahan huruf saat disambung (awal, tengah, akhir) 
  4. Siswa mampu mempraktikkan penulisan huruf hijaiyah bersambung dalam kata sederhana 

B. Materi Pokok

1. Huruf Hijaiyah (28-30 Huruf)

Huruf hijaiyah adalah huruf-huruf Arab yang digunakan dalam Al-Qur’an. Jumlahnya ada 28 huruf (atau 30 jika memasukkan Lam-Alif dan Hamzah.

No.HurufNamaNo.HurufNama
1اAlif16صShad
2بBa17ضDhad
3تTa18طTha
4ثTsa19ظZha
5جJim20ع‘Ain
6حHa21غGhain
7خKha22فFa
8دDal23قQaf
9ذDzal24كKaf
10رRa25لLam
11زZai26مMim
12سSin27نNun
13شSyin28وWaw
14عSad29هـHa
15ظDla30يYa

2. Penulisan Huruf Hijaiyah Terpisah

Penulisan terpisah berarti setiap huruf ditulis sendiri-sendiri, tidak disambung dengan huruf lain . Ini adalah tahap awal sebelum belajar menyambung.

Pengelompokkan untuk Latihan:
Guru dapat mengelompokkan huruf menjadi 7 bagian berdasarkan kemiripan bentuk untuk memudahkan pembelajaran :

BagianHuruf
1ا, ب, ت, ث
2ج, ح, خ
3د, ذ, ر, ز
4س, ش, ص, ض
5ط, ظ, ع, غ
6ف, ق, ك, ل, م, ن
7و, هـ, لا, ي

3. Penulisan Huruf Hijaiyah Bersambung

Setelah mahir menulis terpisah, siswa belajar menulis bersambung. Bentuk huruf hijaiyah dapat berubah tergantung posisinya dalam kata :

PosisiBentukKeterangan
TunggalبBentuk dasar, berdiri sendiri
AwalبَـDisambung ke kiri (di awal kata) 
TengahـبـDisambung dari kanan dan kiri (di tengah kata) 
AkhirـبDisambung dari kanan (di akhir kata) 

Huruf yang Tidak Bisa Disambung ke Belakang:
Ada 6 huruf yang hanya bisa disambung dari kanan (tidak bisa disambung ke huruf sesudahnya): ا (Alif), د (Dal), ذ (Dzal), ر (Ra), ز (Zai), و (Wau) .

Contoh Penulisan Bersambung :

  • Huruf ب (Ba):
    • Awal: بِسْمِ (bismi)
    • Tengah: نَعْبُدُ (na’budu)
    • Akhir: الْغَيْبُ (al-ghaibu)
  • Huruf ج (Jim):
    • Awal: جَسَدٌ (jasadun)
    • Tengah: يَسْجُدُ (yasjudu)
    • Akhir: ثَلْجٌ (tsaljun)

C. Metode dan Kegiatan Pembelajaran

Karena siswa kelas 2 masih dalam tahap belajar motorik halus, pembelajaran harus dilakukan secara bertahap, menyenangkan, dan interaktif .

KegiatanDeskripsi
MengamatiSiswa mengamati poster, kartu huruf, atau tayangan video tentang bentuk dan cara menulis huruf hijaiyah .
Meniru (Demonstrasi)Guru mendemonstrasikan cara menulis huruf di papan tulis dengan arah panah, siswa menirukan di udara atau buku .
Berlatih (Drill)Siswa menulis huruf pada kolom latihan bertahap: pertama menebalkan garis putus-putus, kemudian menulis sendiri tanpa bantuan .
BermainGunakan permainan kartu huruf, menyusun kata, atau flipbook interaktif untuk membuat belajar lebih menarik .

Skenario Pembelajaran (1 Pertemuan) 

A. Pendahuluan (10 menit)

  1. Salam dan doa bersama.
  2. Apersepsi: Tanya jawab tentang huruf hijaiyah yang sudah dikenal.
  3. Motivasi: “Menulis huruf hijaiyah adalah langkah awal agar bisa membaca Al-Qur’an.”
  4. Menyampaikan tujuan pembelajaran.

B. Kegiatan Inti (50 menit)

  1. Mengamati: Guru menunjukkan poster/kartu huruf hijaiyah .
  2. Menanya: Siswa bertanya tentang cara penulisan huruf .
  3. Eksplorasi: Siswa mencari contoh huruf hijaiyah di Al-Qur’an/buku ajar secara berkelompok .
  4. Latihan: Guru mencontohkan penulisan huruf (misal: bagian 1: ا, ب, ت, ث) dengan tanda arah panah .
  5. Praktik: Siswa menulis huruf di buku latihan (kolom garis putus-putus → tanpa garis bantu) .
  6. Presentasi: Beberapa siswa mendemonstrasikan menulis di papan tulis .

C. Penutup (10 menit)

  1. Menyimpulkan materi bersama siswa.
  2. Refleksi: “Huruf apa yang paling sulit kalian tulis?”
  3. Tugas rumah: menulis 5 huruf hijaiyah terpisah.
  4. Doa dan salam.

D. Media dan Alat Peraga

MediaKeterangan
Poster Huruf HijaiyahMenampilkan 30 huruf lengkap dengan arah penulisan .
Kartu Huruf (Flashcard)Kartu berwarna untuk permainan dan pengenalan bentuk huruf .
Buku/Modul AjarBuku Al-Qur’an Hadis Kelas 2 MI dari Kemenag .
Flipbook DigitalMedia interaktif “Ayo Sambung” untuk latihan huruf bersambung .
Video PembelajaranTayangan cara menulis huruf hijaiyah dari YouTube .
Lembar Kerja Siswa (LKS)Berisi latihan menebalkan dan menulis huruf .

E. Penilaian dan Evaluasi

1. Penilaian Pengetahuan

  • Siswa menyebutkan nama-nama huruf hijaiyah yang ditunjuk guru .
  • Siswa menjelaskan perbedaan huruf yang bisa dan tidak bisa disambung .

2. Penilaian Keterampilan (Praktik Menulis)

  • Siswa menulis huruf hijaiyah terpisah di buku latihan .
  • Siswa menulis huruf hijaiyah bersambung dalam kata sederhana .

3. Rubrik Penilaian Sederhana 

KriteriaMahir (4)Cakap (3)Baru Berkembang (2)Perlu Bimbingan (1)
Menulis TerpisahMenulis semua huruf dengan benar dan rapiMenulis sebagian besar huruf dengan benarMenulis beberapa huruf dengan benarBelum dapat menulis dengan benar
Menulis BersambungMenyambung huruf dengan tepat sesuai posisiMenyambung dengan beberapa kesalahan kecilMasih sering keliru dalam menyambungBelum memahami cara menyambung
KerapianTulisan sangat rapi dan jelasTulisan cukup rapiTulisan kurang rapiTulisan tidak terbaca

4. Penilaian Sikap (Observasi)

  • Ketekunan dan kesabaran saat berlatih menulis .
  • Percaya diri saat mendemonstrasikan di depan kelas .

F. Sumber Belajar

  • Buku Al-Qur’an Hadis Kelas 2 MI (Kementerian Agama RI) 
  • Buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas II SD 
  • Kartu huruf hijaiyah dan poster 
  • Flipbook “Ayo Sambung” untuk latihan huruf bersambung 

Bahan Ajar Kelas 2: Hukum Bacaan Ghunnah

Materi hukum bacaan ghunnah diajarkan di kelas 2 MI pada semester ganjil . Pembelajaran ini bertujuan agar siswa mampu mengenal, melafalkan, dan mempraktikkan bacaan ghunnah dengan benar sebagai dasar membaca Al-Qur’an secara fasih .


A. Kompetensi Dasar dan Tujuan Pembelajaran

Capaian Pembelajaran (Fase A):
Peserta didik mampu memahami dan menerapkan hukum bacaan ghunnah dalam bacaan Al-Qur’an .

Kompetensi Dasar (KD):

  • 3.2 Memahami hukum bacaan ghunnah 
  • 4.2 Mempraktikkan hukum bacaan ghunnah 

Tujuan Pembelajaran:

  1. Siswa mampu menjelaskan pengertian ghunnah secara sederhana 
  2. Siswa mampu menyebutkan huruf-huruf ghunnah 
  3. Siswa mampu mengidentifikasi bacaan ghunnah dalam Al-Qur’an 
  4. Siswa mampu mendemonstrasikan cara membaca ghunnah dengan benar 

B. Materi Pokok

1. Pengertian Ghunnah

Secara bahasa (etimologi): Ghunnah artinya dengung atau suara yang keluar dari pangkal hidung .

Secara istilah (terminologi): Ghunnah adalah suara dengung yang keluar dari pangkal hidung ketika membaca huruf Nun (ن) dan Mim (م) yang bertanda tasydid (ّ) .

Penjelasan sederhana untuk anak: Ghunnah adalah membaca huruf dengan suara berdengung di hidung, seperti suara “ng” atau “mm” yang ditahan sebentar.

2. Huruf Ghunnah

Huruf yang dibaca dengan hukum ghunnah ada dua, yaitu:

  1. Nun bertasydid (نَّ)
  2. Mim bertasydid (مَّ) 
HurufTandaContoh dalam KataCara Membaca
Nunنَّإِنَّ (inna)Didengungkan ± 2 harakat
Mimمَّهُمَّ (humma)Didengungkan ± 2 harakat

3. Cara Membaca Ghunnah

Ghunnah dibaca dengan cara:

  • Mendengungkan suara di pangkal hidung 
  • Ditahan selama 2 harakat (kurang lebih 1,5-2 ketukan) 
  • Suara dengung terdengar jelas pada huruf Nun atau Mim yang bertasydid 

Catatan: Pada dasarnya, ghunnah terdapat pada semua Nun dan Mim, baik berharakat maupun sukun. Namun untuk tingkat dasar kelas 2, fokus pembelajaran adalah Nun dan Mim yang bertasydid karena lebih mudah dikenali dan dipraktikkan .


C. Contoh Bacaan Ghunnah dalam Al-Qur’an

Berikut beberapa contoh bacaan ghunnah yang dapat diajarkan kepada siswa kelas 2:

No.Contoh Ayat/KataHuruf GhunnahSurah
1إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ (Inna a’thainaka…)Nun bertasydid pada إِنَّاAl-Kautsar ayat 1 
2وَمَا أَنفَقْتُم مِّن نَّفَقَةٍ (Wa maa anfaqtum min nafaqatin)Mim bertasydid pada مِّنAl-Baqarah ayat 270 
3مِّن رَّبِّهِمْ (mirrabihim)Mim bertasydid pada مِّنAl-Baqarah ayat 157 
4تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ (Tabbat yada abi lahabin wa tabba)Nun bertasydid pada تَبَّAl-Lahab ayat 1 

D. Metode dan Kegiatan Pembelajaran

Karena materi ghunnah berkaitan dengan pelafalan, metode pembelajaran yang efektif adalah demonstrasi, drill (latihan berulang), dan praktik langsung .

KegiatanDeskripsi
MengamatiSiswa mengamati tulisan atau tayangan yang mengandung bacaan ghunnah .
Mendengarkan DemonstrasiGuru melafalkan contoh bacaan ghunnah dengan suara jelas, siswa menyimak .
Menirukan (Drill)Siswa menirukan pelafalan ghunnah secara bersama-sama, lalu bergantian .
MengidentifikasiSiswa mencari dan menandai huruf Nun/Mim bertasydid dalam teks Al-Qur’an .
MempraktikkanSiswa membaca lafal-lafal yang mengandung ghunnah secara bergiliran di depan kelas .
Bermain (Make a Match)Siswa memasangkan kartu kata dengan jenis bacaan ghunnah yang tepat .

Skenario Pembelajaran (1 Pertemuan)

A. Pendahuluan (10 menit)

  1. Salam dan doa bersama.
  2. Apersepsi: Guru mencontohkan bacaan dengan dengung dan tanpa dengung, siswa membedakan.
  3. Pertanyaan pemantik: “Pernahkah kalian mendengar bacaan Al-Qur’an yang terdengar berdengung? Huruf apa itu?” 
  4. Menyampaikan tujuan pembelajaran.

B. Kegiatan Inti (50 menit)

  1. Menjelaskan: Guru menjelaskan pengertian ghunnah dan hurufnya (Nun dan Mim bertasydid) dengan bahasa sederhana .
  2. Demonstrasi: Guru melafalkan contoh ghunnah (misal: innahumma) dengan suara dengung yang jelas, siswa mendengarkan .
  3. Menirukan: Siswa menirukan bacaan guru secara klasikal, kemudian per individu .
  4. Identifikasi: Guru menampilkan potongan ayat, siswa menunjukkan huruf Nun/Mim bertasydid dan menjelaskan hukumnya .
  5. Latihan: Siswa membaca lafal-lafal yang mengandung ghunnah secara bergantian .

C. Penutup (10 menit)

  1. Menyimpulkan: “Ghunnah adalah membaca Nun atau Mim bertasydid dengan suara dengung di hidung, ditahan 2 harakat.” 
  2. Refleksi: “Apakah kalian sudah bisa membaca ghunnah?”
  3. Tugas: mencari 1 contoh bacaan ghunnah di Juz ‘Amma.
  4. Doa dan salam.

E. Media dan Alat Peraga

MediaKeterangan
Poster/Hiasan DindingMenampilkan pengertian ghunnah, huruf, dan contoh bacaan .
Kartu Kata (Flashcard)Berisi lafal-lafal yang mengandung ghunnah untuk latihan dan permainan .
Video PembelajaranTayangan cara membaca ghunnah yang benar dari sumber terpercaya .
Lembar Kerja Siswa (LKS)Berisi latihan mengidentifikasi dan menulis kata yang mengandung ghunnah .
Buku Al-Qur’an Hadis Kelas 2Sumber utama dari Kementerian Agama RI .

F. Penilaian dan Evaluasi

1. Penilaian Pengetahuan

SoalJawaban
Apa arti ghunnah secara bahasa?Dengung 
Sebutkan huruf-huruf ghunnah!Nun (ن) dan Mim (م) yang bertasydid 
Berapa harakat ghunnah dibaca?2 harakat 
Dalam kata إِنَّ (inna), huruf apa yang dibaca ghunnah?Nun bertasydid (نَّ) 

2. Penilaian Keterampilan (Praktik Membaca)

  • Siswa diminta membaca lafal yang mengandung ghunnah secara bergiliran.
  • Guru menilai ketepatan pelafalan (dengung, durasi, dan kejelasan).

3. Rubrik Penilaian Sederhana 

KriteriaMahir (4)Cakap (3)Baru Berkembang (2)Perlu Bimbingan (1)
Pelafalan GhunnahDengung jelas, durasi tepatDengung cukup jelasDengung kurang terdengarBelum mampu membaca
Identifikasi HurufMenemukan semua huruf ghunnahMenemukan sebagian besarMenemukan beberapaBelum dapat menemukan

4. Penilaian Sikap (Observasi)

  • Kesungguhan dalam berlatih membaca ghunnah .
  • Kepercayaan diri saat membaca di depan kelas.

G. Sumber Belajar

  • Buku Al-Qur’an Hadis Kelas 2 MI, Kementerian Agama RI .
  • Modul ajar Kurikulum Merdeka untuk bab Hukum Bacaan Ghunnah .
  • Buku tajwid dasar dan sumber belajar lainnya.

Bahan Ajar Kelas 2: Surah Al-Fīl (105)

Materi Surah Al-Fil diajarkan di kelas 2 MI pada semester ganjil, tepatnya setelah bab Hukum Bacaan Ghunnah . Surah ini penting diajarkan karena mengandung kisah yang menarik bagi anak-anak tentang perlindungan Allah terhadap Ka’bah .


A. Kompetensi Dasar dan Tujuan Pembelajaran

Capaian Pembelajaran (Fase A):
Peserta didik mampu membaca, menghafal, dan memahami isi kandungan Surah Al-Fīl secara sederhana.

Kompetensi Dasar (KD):

  • 3.3 Memahami Surah Al-Fīl 
  • 4.3 Mempraktikkan bacaan Surah Al-Fīl

Tujuan Pembelajaran:

  1. Siswa mampu melafalkan Surah Al-Fīl dengan tartil dan benar.
  2. Siswa mampu menghafalkan Surah Al-Fīl dengan lancar.
  3. Siswa mampu menjelaskan isi kandungan Surah Al-Fīl secara sederhana.
  4. Siswa mampu menceritakan kisah pasukan bergajah (Abrahah) yang ingin menghancurkan Ka’bah .
  5. Siswa mampu mengambil hikmah dari peristiwa dalam Surah Al-Fīl.

B. Materi Pokok

1. Sekilas tentang Surah Al-Fīl

AspekKeterangan
NamaAl-Fīl (الفيل) artinya Gajah 
Jumlah Ayat5 ayat 
UrutanSurah ke-105 dalam Al-Qur’an 
GolonganMakkiyyah (turun di Makkah) 
DinamakanDari kata Al-Fīl pada ayat pertama 

2. Teks Surah Al-Fīl (Arab, Latin, dan Arti)

AyatArabLatinArti
1أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَابِ الْفِيلِA lam tara kaifa fa’ala rabbuka bi ash-habil fil“Tidakkah engkau (Muhammad) perhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap pasukan bergajah?” 
2أَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِي تَضْلِيلٍA lam yaj’al kaidahum fi tadlil“Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka itu sia-sia?” 
3وَأَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا أَبَابِيلَWa arsala ‘alaihim thairan ababil“Dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong,” 
4تَرْمِيهِم بِحِجَارَةٍ مِّن سِجِّيلٍTarmihim bi hijaratin min sijjil“Yang melempari mereka dengan batu dari tanah liat yang dibakar,” 
5فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَّأْكُولٍFa ja’alahum ka’ashfin ma’kul“Lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).” 

3. Kisah di Balik Turunnya Surah Al-Fīl (Penjelasan untuk Anak)

Untuk disampaikan ke siswa dengan bahasa sederhana:

Pada zaman dahulu, di Yaman ada seorang raja bernama Abrahah. Ia memiliki pasukan yang sangat besar dan kuat. Ia membawa banyak gajah untuk menyerang Kota Makkah .

Apa tujuan Abrahah? Ia ingin menghancurkan Ka’bah, rumah suci yang dibangun Nabi Ibrahim untuk beribadah kepada Allah . Abrahah iri karena orang-orang dari seluruh Jazirah Arab datang ke Ka’bah, bukan ke gereja besarnya di Yaman .

Abrahah bersama pasukan bergajahnya berjalan menuju Makkah. Mereka sangat kuat dan tidak ada yang bisa menghentikan mereka. Namun, Allah Mahakuasa. Allah mengirimkan burung-burung kecil yang berbondong-bondong (burung Ababil). Burung-burung itu membawa batu-batu kecil dari tanah liat yang dibakar. Batu-batu itu dijatuhkan ke pasukan Abrahah. Setiap batu yang mengenai pasukan Abrahah, tubuh mereka hancur. Akhirnya, pasukan Abrahah binasa dan rencana jahat mereka gagal .

Peristiwa ini terjadi pada Tahun Gajah, tepatnya pada tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW . Allah melindungi Ka’bah dan kelak dari Kota Makkah akan lahir Nabi terakhir, Muhammad SAW.

4. Isi Kandungan Surah Al-Fīl (Untuk Guru)

AyatKandungan
1-2Allah mempertanyakan bagaimana Dia telah menghancurkan pasukan bergajah dan menjadikan tipu daya mereka sia-sia .
3-4Allah mengirimkan burung Ababil yang melempari pasukan Abrahah dengan batu dari tanah liat yang dibakar .
5Akhirnya pasukan Abrahah binasa seperti daun-daun yang dimakan ulat .

5. Hikmah yang Bisa Diambil

  1. Allah Mahakuasa melindungi rumah-Nya (Ka’bah). Tidak ada kekuatan apapun yang bisa mengalahkan kehendak Allah .
  2. Orang yang berbuat jahat akan mendapat balasan. Abrahah yang ingin menghancurkan Ka’bah justru mendapat kehancuran .
  3. Allah bisa menolong hamba-Nya dengan cara yang tidak terduga, seperti burung-burung kecil yang mengalahkan pasukan besar .
  4. Tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW adalah tahun yang istimewa, karena Allah melindungi Kota Makkah dari kehancuran .

C. Metode dan Kegiatan Pembelajaran

Siswa kelas 2 lebih mudah memahami materi melalui visual dan cerita. Penelitian menunjukkan bahwa banyak siswa kesulitan memahami kandungan Surah Al-Fil karena metode ceramah saja kurang efektif . Oleh karena itu, guru disarankan menggunakan media yang menarik .

MetodeDeskripsi
Bercerita (Storytelling)Guru menceritakan kisah pasukan gajah Abrahah dengan gaya yang seru dan interaktif .
Media Visual/VideoMenayangkan video animasi atau ilustrasi peristiwa pasukan bergajah agar siswa lebih mudah membayangkan .
Menirukan (Talaqqi)Guru membaca ayat per ayat, siswa menirukan secara bersama-sama .
MenghafalHafalan dilakukan secara bertahap dengan pengulangan dan lagu/ irama .
Tanya JawabGuru mengajukan pertanyaan tentang isi cerita untuk menguji pemahaman siswa .

Skenario Pembelajaran (1 Pertemuan)

A. Pendahuluan (10 menit)

  1. Salam dan doa bersama.
  2. Apersepsi: Tanya jawab, “Siapa yang pernah melihat gajah?” “Di mana kalian melihatnya?” .
  3. Motivasi: “Hari ini kita akan belajar tentang surat yang menceritakan gajah yang sangat besar, tapi dikalahkan oleh burung-burung kecil.”
  4. Menyampaikan tujuan pembelajaran.

B. Kegiatan Inti (50 menit)

  1. Mendengarkan Cerita: Guru menceritakan kisah Abrahah dan pasukan gajah yang ingin menghancurkan Ka’bah, serta bagaimana Allah melindungi Ka’bah dengan burung Ababil .
  2. Membaca Ayat: Guru membacakan Surah Al-Fil ayat 1-5 dengan tartil, siswa menyimak .
  3. Menirukan: Siswa menirukan bacaan guru secara klasikal, kelompok, dan individu .
  4. Menghafal: Siswa menghafal Surah Al-Fil secara bertahap (misal: 1 ayat per sesi) .
  5. Menonton Video (Opsional): Jika tersedia fasilitas, tayangkan video animasi tentang peristiwa Surah Al-Fil untuk memperkuat pemahaman visual .
  6. Tanya Jawab: “Apa yang dilakukan Abrahah?” “Siapa yang menolong Ka’bah?” “Apa yang dilakukan burung-burung itu?” .

C. Penutup (10 menit)

  1. Menyimpulkan: Surah Al-Fil menceritakan tentang pasukan gajah yang ingin menghancurkan Ka’bah, tetapi Allah melindunginya dengan burung Ababil.
  2. Refleksi: “Hikmah apa yang bisa kita ambil dari kisah ini?” (Jawaban: Allah Mahakuasa, orang jahat akan mendapat balasan).
  3. Tugas: Hafalkan Surah Al-Fil di rumah.
  4. Doa dan salam.

D. Media dan Alat Peraga

MediaKeterangan
Poster Surah Al-FilTulisan Arab, Latin, dan arti ukuran besar .
Gambar/IlustrasiGambar gajah, pasukan Abrahah, burung Ababil, dan Ka’bah .
Video AnimasiTayangan animasi tentang peristiwa Surah Al-Fil .
Kartu AyatKartu berisi potongan ayat untuk permainan menyusun urutan ayat .
Lembar Kerja Siswa (LKPD)Berisi latihan menulis, mewarnai, dan soal pemahaman .

E. Penilaian dan Evaluasi

1. Penilaian Hafalan

  • Siswa melafalkan Surah Al-Fil secara bergiliran di depan kelas .

2. Penilaian Pengetahuan (Soal Sederhana)

SoalJawaban
Apa arti Al-Fil?Gajah 
Surah Al-Fil terdiri dari berapa ayat?5 ayat 
Siapa pemimpin pasukan gajah?Abrahah 
Apa yang dilakukan burung Ababil?Melempari pasukan Abrahah dengan batu 
Peristiwa pasukan gajah terjadi pada tahun apa?Tahun Gajah, tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW 

3. Rubrik Penilaian Sederhana

KriteriaMahir (4)Cakap (3)Baru Berkembang (2)Perlu Bimbingan (1)
Kelancaran HafalanHafal semua ayat dengan lancarHafal sebagian besar ayatHafal beberapa ayatBelum hafal
Ketepatan BacaanBacaan sangat tepat dan fasihBacaan cukup tepatMasih terbata-bataBelum mampu membaca
Pemahaman CeritaBisa menceritakan dengan lengkapBisa menceritakan sebagianTahu sedikit ceritaBelum memahami

4. Penilaian Sikap

  • Antusiasme dalam mengikuti pembelajaran.
  • Percaya diri saat membaca/hafalan di depan kelas.

F. Sumber Belajar

  • Buku Al-Qur’an Hadis Kelas 2 MI, Kementerian Agama RI .
  • Modul ajar dan LKPD Surah Al-Fil .
  • Video animasi tentang peristiwa Surah Al-Fil .
  • Buku tafsir dan sumber-sumber lain yang relevan .

Bahan Ajar Kelas 2: Surah Al-Fīl (105)

Materi Surah Al-Fil diajarkan di kelas 2 MI pada semester ganjil, tepatnya setelah bab Hukum Bacaan Ghunnah . Surah ini penting diajarkan karena mengandung kisah yang menarik bagi anak-anak tentang perlindungan Allah terhadap Ka’bah .


A. Kompetensi Dasar dan Tujuan Pembelajaran

Capaian Pembelajaran (Fase A):
Peserta didik mampu membaca, menghafal, dan memahami isi kandungan Surah Al-Fīl secara sederhana.

Kompetensi Dasar (KD):

  • 3.3 Memahami Surah Al-Fīl 
  • 4.3 Mempraktikkan bacaan Surah Al-Fīl

Tujuan Pembelajaran:

  1. Siswa mampu melafalkan Surah Al-Fīl dengan tartil dan benar.
  2. Siswa mampu menghafalkan Surah Al-Fīl dengan lancar.
  3. Siswa mampu menjelaskan isi kandungan Surah Al-Fīl secara sederhana.
  4. Siswa mampu menceritakan kisah pasukan bergajah (Abrahah) yang ingin menghancurkan Ka’bah .
  5. Siswa mampu mengambil hikmah dari peristiwa dalam Surah Al-Fīl.

B. Materi Pokok

1. Sekilas tentang Surah Al-Fīl

AspekKeterangan
NamaAl-Fīl (الفيل) artinya Gajah 
Jumlah Ayat5 ayat 
UrutanSurah ke-105 dalam Al-Qur’an 
GolonganMakkiyyah (turun di Makkah) 
DinamakanDari kata Al-Fīl pada ayat pertama 

2. Teks Surah Al-Fīl (Arab, Latin, dan Arti)

AyatArabLatinArti
1أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَابِ الْفِيلِA lam tara kaifa fa’ala rabbuka bi ash-habil fil“Tidakkah engkau (Muhammad) perhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap pasukan bergajah?” 
2أَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِي تَضْلِيلٍA lam yaj’al kaidahum fi tadlil“Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka itu sia-sia?” 
3وَأَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا أَبَابِيلَWa arsala ‘alaihim thairan ababil“Dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong,” 
4تَرْمِيهِم بِحِجَارَةٍ مِّن سِجِّيلٍTarmihim bi hijaratin min sijjil“Yang melempari mereka dengan batu dari tanah liat yang dibakar,” 
5فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَّأْكُولٍFa ja’alahum ka’ashfin ma’kul“Lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).” 

3. Kisah di Balik Turunnya Surah Al-Fīl (Penjelasan untuk Anak)

Untuk disampaikan ke siswa dengan bahasa sederhana:

Pada zaman dahulu, di Yaman ada seorang raja bernama Abrahah. Ia memiliki pasukan yang sangat besar dan kuat. Ia membawa banyak gajah untuk menyerang Kota Makkah .

Apa tujuan Abrahah? Ia ingin menghancurkan Ka’bah, rumah suci yang dibangun Nabi Ibrahim untuk beribadah kepada Allah . Abrahah iri karena orang-orang dari seluruh Jazirah Arab datang ke Ka’bah, bukan ke gereja besarnya di Yaman .

Abrahah bersama pasukan bergajahnya berjalan menuju Makkah. Mereka sangat kuat dan tidak ada yang bisa menghentikan mereka. Namun, Allah Mahakuasa. Allah mengirimkan burung-burung kecil yang berbondong-bondong (burung Ababil). Burung-burung itu membawa batu-batu kecil dari tanah liat yang dibakar. Batu-batu itu dijatuhkan ke pasukan Abrahah. Setiap batu yang mengenai pasukan Abrahah, tubuh mereka hancur. Akhirnya, pasukan Abrahah binasa dan rencana jahat mereka gagal .

Peristiwa ini terjadi pada Tahun Gajah, tepatnya pada tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW . Allah melindungi Ka’bah dan kelak dari Kota Makkah akan lahir Nabi terakhir, Muhammad SAW.

4. Isi Kandungan Surah Al-Fīl (Untuk Guru)

AyatKandungan
1-2Allah mempertanyakan bagaimana Dia telah menghancurkan pasukan bergajah dan menjadikan tipu daya mereka sia-sia .
3-4Allah mengirimkan burung Ababil yang melempari pasukan Abrahah dengan batu dari tanah liat yang dibakar .
5Akhirnya pasukan Abrahah binasa seperti daun-daun yang dimakan ulat .

5. Hikmah yang Bisa Diambil

  1. Allah Mahakuasa melindungi rumah-Nya (Ka’bah). Tidak ada kekuatan apapun yang bisa mengalahkan kehendak Allah .
  2. Orang yang berbuat jahat akan mendapat balasan. Abrahah yang ingin menghancurkan Ka’bah justru mendapat kehancuran .
  3. Allah bisa menolong hamba-Nya dengan cara yang tidak terduga, seperti burung-burung kecil yang mengalahkan pasukan besar .
  4. Tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW adalah tahun yang istimewa, karena Allah melindungi Kota Makkah dari kehancuran .

C. Metode dan Kegiatan Pembelajaran

Siswa kelas 2 lebih mudah memahami materi melalui visual dan cerita. Penelitian menunjukkan bahwa banyak siswa kesulitan memahami kandungan Surah Al-Fil karena metode ceramah saja kurang efektif . Oleh karena itu, guru disarankan menggunakan media yang menarik .

MetodeDeskripsi
Bercerita (Storytelling)Guru menceritakan kisah pasukan gajah Abrahah dengan gaya yang seru dan interaktif .
Media Visual/VideoMenayangkan video animasi atau ilustrasi peristiwa pasukan bergajah agar siswa lebih mudah membayangkan .
Menirukan (Talaqqi)Guru membaca ayat per ayat, siswa menirukan secara bersama-sama .
MenghafalHafalan dilakukan secara bertahap dengan pengulangan dan lagu/ irama .
Tanya JawabGuru mengajukan pertanyaan tentang isi cerita untuk menguji pemahaman siswa .

Skenario Pembelajaran (1 Pertemuan)

A. Pendahuluan (10 menit)

  1. Salam dan doa bersama.
  2. Apersepsi: Tanya jawab, “Siapa yang pernah melihat gajah?” “Di mana kalian melihatnya?” .
  3. Motivasi: “Hari ini kita akan belajar tentang surat yang menceritakan gajah yang sangat besar, tapi dikalahkan oleh burung-burung kecil.”
  4. Menyampaikan tujuan pembelajaran.

B. Kegiatan Inti (50 menit)

  1. Mendengarkan Cerita: Guru menceritakan kisah Abrahah dan pasukan gajah yang ingin menghancurkan Ka’bah, serta bagaimana Allah melindungi Ka’bah dengan burung Ababil .
  2. Membaca Ayat: Guru membacakan Surah Al-Fil ayat 1-5 dengan tartil, siswa menyimak .
  3. Menirukan: Siswa menirukan bacaan guru secara klasikal, kelompok, dan individu .
  4. Menghafal: Siswa menghafal Surah Al-Fil secara bertahap (misal: 1 ayat per sesi) .
  5. Menonton Video (Opsional): Jika tersedia fasilitas, tayangkan video animasi tentang peristiwa Surah Al-Fil untuk memperkuat pemahaman visual .
  6. Tanya Jawab: “Apa yang dilakukan Abrahah?” “Siapa yang menolong Ka’bah?” “Apa yang dilakukan burung-burung itu?” .

C. Penutup (10 menit)

  1. Menyimpulkan: Surah Al-Fil menceritakan tentang pasukan gajah yang ingin menghancurkan Ka’bah, tetapi Allah melindunginya dengan burung Ababil.
  2. Refleksi: “Hikmah apa yang bisa kita ambil dari kisah ini?” (Jawaban: Allah Mahakuasa, orang jahat akan mendapat balasan).
  3. Tugas: Hafalkan Surah Al-Fil di rumah.
  4. Doa dan salam.

D. Media dan Alat Peraga

MediaKeterangan
Poster Surah Al-FilTulisan Arab, Latin, dan arti ukuran besar .
Gambar/IlustrasiGambar gajah, pasukan Abrahah, burung Ababil, dan Ka’bah .
Video AnimasiTayangan animasi tentang peristiwa Surah Al-Fil .
Kartu AyatKartu berisi potongan ayat untuk permainan menyusun urutan ayat .
Lembar Kerja Siswa (LKPD)Berisi latihan menulis, mewarnai, dan soal pemahaman .

E. Penilaian dan Evaluasi

1. Penilaian Hafalan

  • Siswa melafalkan Surah Al-Fil secara bergiliran di depan kelas .

2. Penilaian Pengetahuan (Soal Sederhana)

SoalJawaban
Apa arti Al-Fil?Gajah 
Surah Al-Fil terdiri dari berapa ayat?5 ayat 
Siapa pemimpin pasukan gajah?Abrahah 
Apa yang dilakukan burung Ababil?Melempari pasukan Abrahah dengan batu 
Peristiwa pasukan gajah terjadi pada tahun apa?Tahun Gajah, tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW 

3. Rubrik Penilaian Sederhana

KriteriaMahir (4)Cakap (3)Baru Berkembang (2)Perlu Bimbingan (1)
Kelancaran HafalanHafal semua ayat dengan lancarHafal sebagian besar ayatHafal beberapa ayatBelum hafal
Ketepatan BacaanBacaan sangat tepat dan fasihBacaan cukup tepatMasih terbata-bataBelum mampu membaca
Pemahaman CeritaBisa menceritakan dengan lengkapBisa menceritakan sebagianTahu sedikit ceritaBelum memahami

4. Penilaian Sikap

  • Antusiasme dalam mengikuti pembelajaran.
  • Percaya diri saat membaca/hafalan di depan kelas.

F. Sumber Belajar

  • Buku Al-Qur’an Hadis Kelas 2 MI, Kementerian Agama RI .
  • Modul ajar dan LKPD Surah Al-Fil .
  • Video animasi tentang peristiwa Surah Al-Fil .
  • Buku tafsir dan sumber-sumber lain yang relevan .

Semoga bahan ajar ini bermanfaat. Apakah Bapak/Ibu memerlukan lembar kerja siswa (LKPD) khusus untuk Surah Al-Fil atau contoh soal evaluasi yang lebih lengkap?

BAHAN AJAR KELAS 2 Surah Al-Humazah (104)

Read 10 web pages

Bahan Ajar Kelas 2: Surah Al-Humazah (104)

Surah Al-Humazah diajarkan di kelas 2 MI pada semester ganjil, termasuk dalam materi surah-surah pendek pilihan . Surah ini penting untuk mengenalkan siswa pada akhlak tercela seperti mengumpat dan mencela, serta peringatan Allah terhadap orang yang mengagungkan harta .


A. Kompetensi Dasar dan Tujuan Pembelajaran

Capaian Pembelajaran (Fase A):
Peserta didik mampu membaca, menghafal, dan memahami isi kandungan Surah Al-Humazah secara sederhana .

Tujuan Pembelajaran:

  1. Siswa mampu melafalkan Surah Al-Humazah dengan tartil dan benar.
  2. Siswa mampu menghafalkan Surah Al-Humazah dengan lancar.
  3. Siswa mampu menjelaskan isi kandungan Surah Al-Humazah secara sederhana .
  4. Siswa mampu mengidentifikasi perilaku tercela yang dilarang dalam surah ini.
  5. Siswa mampu mengambil hikmah dari kandungan Surah Al-Humazah .

B. Materi Pokok

1. Sekilas tentang Surah Al-Humazah

AspekKeterangan
NamaAl-Humazah (الْهُمَزَةُ) artinya Pengumpat 
Jumlah Ayat9 ayat 
UrutanSurah ke-104 dalam Al-Qur’an
GolonganMakkiyyah (turun di Makkah)
DinamakanDari kata Al-Humazah pada ayat pertama

2. Teks Surah Al-Humazah (Arab, Latin, dan Arti)

AyatArabLatinArti
1وَيْلٌ لِّكُلِّ هُمَزَةٍ لُّمَزَةٍۙWailul likulli humazatil lumazah“Celakalah bagi setiap pengumpat dan pencela,” 
2ۨالَّذِيْ جَمَعَ مَالًا وَّعَدَّدَهٗۙAllażī jama’a mālaw wa ‘addadah“yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya,” 
3يَحْسَبُ اَنَّ مَالَهٗٓ اَخْلَدَهٗۚYaḥsabu anna mālahū akhladah“dia (manusia) mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya.” 
4كَلَّا لَيُنْۢبَذَنَّ فِى الْحُطَمَةِۖKallā layumbażanna fil-ḥuṭamah“Sekali-kali tidak! Pasti dia akan dilemparkan ke dalam (neraka) Hutamah.” 
5وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا الْحُطَمَةُ ۗWa mā adrāka mal-ḥuṭamah“Dan tahukah kamu apakah (neraka) Hutamah itu?” 
6نَارُ اللّٰهِ الْمُوْقَدَةُۙNārullāhil-mụqadah“(Yaitu) api (azab) Allah yang dinyalakan,” 
7الَّتِيْ تَطَّلِعُ عَلَى الْاَفْـِٕدَةِۗAllatī taṭṭali’u ‘alal-af`idah | “yang (membakar) sampai ke hati.”  |
8اِنَّهَا عَلَيْهِمْ مُّؤْصَدَةٌۙInnahā ‘alaihim mu`ṣadah | “Sungguh, api itu ditutup rapat atas (diri) mereka,”  |
9فِيْ عَمَدٍ مُّمَدَّدَةٍFī ‘amadim mumaddadah“(sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang.” 

3. Kisah di Balik Turunnya Surah Al-Humazah (Penjelasan untuk Anak)

Untuk disampaikan ke siswa dengan bahasa sederhana:

Surah Al-Humazah turun berkaitan dengan seseorang bernama Ubay bin Khalaf, seorang tokoh kafir Quraisy yang kaya raya . Ia sering mengejek dan merendahkan Rasulullah SAW karena kesederhanaan hidup beliau. Ubay bin Khalaf selalu mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya, merasa bahwa kekayaannya bisa membuatnya hidup selamanya dan melindunginya dari azab Allah .

4. Isi Kandungan Surah Al-Humazah (Untuk Guru)

AyatKandungan
1Allah mengancam celaka bagi setiap pengumpat dan pencela, baik dengan ucapan maupun perbuatan .
2Orang-orang itu sibuk mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya dengan bangga .
3Mereka mengira harta kekayaan dapat mengekalkan dan menyelamatkan dirinya .
4-5Allah menegaskan bahwa mereka pasti akan dilemparkan ke dalam neraka Hutamah .
6-7Neraka Hutamah adalah api Allah yang membakar sampai ke hati .
8-9Api itu ditutup rapat dan mereka diikat pada tiang-tiang yang panjang .

Penjelasan Dua Kata Kunci:

  • Humazah: Orang yang menghina dengan perkataan (mengumpat, mencela) 
  • Lumazah: Orang yang menghina dengan perbuatan (mencibir, merendahkan) 

5. Hikmah yang Bisa Diambil

  1. Jangan suka mengumpat dan mencela orang lain, baik dengan kata-kata maupun perbuatan .
  2. Jangan sombong dengan harta. Harta tidak bisa menyelamatkan kita dari siksa Allah .
  3. Harta bukanlah segalanya. Kekayaan dunia tidak abadi dan tidak bisa mengekalkan hidup .
  4. Allah melihat semua perbuatan kita. Setiap perbuatan buruk akan mendapat balasan.
  5. Gunakan harta untuk kebaikan, bukan untuk menyombongkan diri.

C. Metode dan Kegiatan Pembelajaran

Penelitian menunjukkan bahwa untuk meningkatkan kualitas pemahaman siswa kelas II terhadap Surah Al-Humazah, guru perlu: 1) memberikan pemahaman dan melafalkan surah secara rutin, 2) menggunakan media pembelajaran yang mendukung, dan 3) memiliki kreativitas dalam mengajar .

MetodeDeskripsi
Bercerita (Storytelling)Guru menceritakan kisah Ubay bin Khalaf yang suka mengumpat dan mencela .
Media VisualMenggunakan poster, gambar, atau video animasi tentang peringatan Surah Al-Humazah .
Menirukan (Talaqqi)Guru membaca ayat per ayat, siswa menirukan secara bersama-sama .
MenghafalHafalan dilakukan secara bertahap dengan pengulangan dan lagu/irama.
Tanya JawabGuru mengajukan pertanyaan tentang isi surat untuk menguji pemahaman siswa .

Skenario Pembelajaran (1 Pertemuan)

A. Pendahuluan (10 menit)

  1. Salam dan doa bersama.
  2. Apersepsi: “Anak-anak, pernahkah kalian diejek teman? Bagaimana perasaan kalian?”
  3. Motivasi: “Hari ini kita belajar surat tentang orang yang suka mengejek dan mencela. Allah sangat tidak suka dengan perbuatan itu.”
  4. Menyampaikan tujuan pembelajaran.

B. Kegiatan Inti (50 menit)

  1. Mendengarkan Cerita: Guru menceritakan kisah Ubay bin Khalaf yang suka mengejek Rasulullah SAW dan mengumpulkan harta .
  2. Membaca Ayat: Guru membacakan Surah Al-Humazah ayat 1-9 dengan tartil, siswa menyimak .
  3. Menirukan: Siswa menirukan bacaan guru secara klasikal, kelompok, dan individu .
  4. Menjelaskan Arti: Guru menjelaskan arti setiap ayat dengan bahasa sederhana .
  5. Menghafal: Siswa menghafal Surah Al-Humazah secara bertahap (misal: 1-2 ayat per sesi) .
  6. Tanya Jawab: “Siapa yang dimaksud dengan Humazah?” “Apa yang terjadi pada orang yang suka mengumpat?” .

C. Penutup (10 menit)

  1. Menyimpulkan: Surah Al-Humazah berisi peringatan Allah bagi orang yang suka mengumpat dan mencela serta sombong dengan harta .
  2. Refleksi: “Hikmah apa yang bisa kita ambil dari surah ini?”
  3. Tugas: Hafalkan Surah Al-Humazah di rumah .
  4. Doa dan salam.

D. Media dan Alat Peraga

MediaKeterangan
Poster Surah Al-HumazahTulisan Arab, Latin, dan arti ukuran besar .
Kartu AyatKartu berisi potongan ayat untuk permainan menyusun urutan ayat.
Gambar/IlustrasiGambar tentang mengumpat, mencela, dan api neraka .
Video PembelajaranTayangan animasi atau bacaan Surah Al-Humazah.
Lembar Kerja Siswa (LKPD)Berisi latihan menulis dan soal pemahaman .

E. Penilaian dan Evaluasi

1. Penilaian Hafalan

  • Siswa melafalkan Surah Al-Humazah secara bergiliran di depan kelas .

2. Penilaian Pengetahuan (Soal Sederhana)

SoalJawaban
Apa arti Al-Humazah?Pengumpat 
Surah Al-Humazah terdiri dari berapa ayat?9 ayat 
Apa itu Humazah?Orang yang menghina dengan perkataan 
Apa itu Lumazah?Orang yang menghina dengan perbuatan 
Apa balasan bagi orang yang suka mengumpat dan mencela?Neraka Hutamah 

3. Rubrik Penilaian Sederhana 

KriteriaMahir (4)Cakap (3)Baru Berkembang (2)Perlu Bimbingan (1)
Kelancaran HafalanHafal semua ayat dengan lancarHafal sebagian besar ayatHafal beberapa ayatBelum hafal
Ketepatan BacaanBacaan sangat tepat dan fasihBacaan cukup tepatMasih terbata-bataBelum mampu membaca
Pemahaman CeritaBisa menceritakan dengan lengkapBisa menceritakan sebagianTahu sedikit ceritaBelum memahami

4. Penilaian Sikap (Observasi)

  • Antusiasme dalam mengikuti pembelajaran.
  • Kemampuan menghindari perkataan yang mengejek/mencela teman .

F. Sumber Belajar

  • Buku Al-Qur’an Hadis Kelas 2 MI, Kementerian Agama RI .
  • Modul ajar dan LKPD Surah Al-Humazah .
  • quran.kemenag.go.id (bacaan dan terjemahan) 

Bahan Ajar Kelas 2: Surah Al-‘Ashr (103)

Surah Al-‘Ashr merupakan salah satu surah pendek pilihan yang diajarkan di kelas 2 MI pada semester ganjil . Surah ini sangat istimewa karena meskipun pendek (hanya 3 ayat), kandungannya sangat luas dan mencakup ajaran Islam secara ringkas .


A. Kompetensi Dasar dan Tujuan Pembelajaran

Capaian Pembelajaran (Fase A):
Peserta didik mampu membaca, menghafal, dan memahami isi kandungan Surah Al-‘Ashr secara sederhana .

Kompetensi Dasar (KD):

  • Melafalkan dan menghafal Surah Al-‘Ashr 

Tujuan Pembelajaran:

  1. Siswa mampu melafalkan Surah Al-‘Ashr dengan tartil dan benar 
  2. Siswa mampu menghafalkan Surah Al-‘Ashr dengan lancar
  3. Siswa mampu menjelaskan isi kandungan Surah Al-‘Ashr secara sederhana 
  4. Siswa mampu menerapkan nilai-nilai dalam Surah Al-‘Ashr dalam kehidupan sehari-hari 

B. Materi Pokok

1. Sekilas tentang Surah Al-‘Ashr

AspekKeterangan
NamaAl-‘Ashr (الْعَصْرِ) artinya Masa atau Waktu 
Jumlah Ayat3 ayat 
UrutanSurah ke-103 dalam Al-Qur’an 
GolonganMakkiyyah (turun di Makkah) 
DinamakanDari kata al-‘ashr pada ayat pertama 

2. Teks Surah Al-‘Ashr (Arab, Latin, dan Arti)

AyatArabLatinArti
1وَالْعَصْرِWal-‘ashr“Demi masa,” 
2إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍInnal-insāna lafī khusr“Sungguh, manusia berada dalam kerugian,” 
3إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِIllalladzīna āmanū wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti wa tawāṣau bil-ḥaqqi wa tawāṣau biṣ-ṣabr“Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.” 

3. Isi Kandungan Surah Al-‘Ashr

Ayat 1: “Demi masa”
Allah bersumpah dengan waktu untuk menunjukkan betapa penting dan berharganya waktu . Waktu adalah anugerah yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Orang yang menyia-nyiakan waktu akan merugi .

Ayat 2: “Sungguh, manusia berada dalam kerugian”
Setiap manusia pada dasarnya berada dalam kerugian karena sering lalai dan menyia-nyiakan waktu yang Allah berikan . Kerugian ini bukan kerugian harta, tetapi kerugian yang menghancurkan kebaikan hidup seseorang .

Ayat 3: Pengecualian bagi 4 golongan
Manusia tidak akan merugi jika memiliki empat sifat :

No.SifatPenjelasan Sederhana untuk Anak
1BerimanPercaya kepada Allah dan menjalankan perintah-Nya 
2Beramal SalehMelakukan perbuatan baik, seperti membantu orang lain, rajin shalat, dan belajar 
3Saling Menasihati dalam KebenaranMengingatkan teman untuk berbuat baik dan menjauhi yang buruk 
4Saling Menasihati dalam KesabaranMengajak teman untuk bersabar saat menghadapi kesulitan 

4. Hikmah dan Pesan Utama Surah Al-‘Ashr

  1. Waktu sangat berharga. Kita harus memanfaatkan waktu dengan baik, tidak boleh menyia-nyiakannya .
  2. Setiap manusia berpotensi merugi. Hanya dengan iman, amal saleh, dan saling menasihati kita bisa selamat .
  3. Iman adalah fondasi. Tanpa iman, hidup mudah terombang-ambing oleh godaan .
  4. Amal saleh tidak hanya ibadah ritual. Membantu orang lain, bekerja keras, menjaga lingkungan juga termasuk amal saleh .
  5. Saling mengingatkan itu penting. Kita harus berani menasihati teman untuk berbuat baik dan bersabar .

C. Metode dan Kegiatan Pembelajaran

Untuk kelas 2, metode yang menyenangkan dan interaktif sangat dianjurkan. Beberapa pendekatan yang efektif untuk menyampaikan Surah Al-‘Ashr kepada anak-anak antara lain :

  1. Bercerita (Storytelling)  – Ceritakan kisah tentang orang yang menyia-nyiakan waktu dan menyesal di akhirat 
  2. Menirukan (Talaqqi) – Guru membaca, siswa menirukan ayat per ayat 
  3. Media Visual – Gunakan gambar tentang penggunaan waktu yang baik dan buruk 
  4. Bermain Peran – Siswa mempraktikkan saling menasihati dalam kebaikan 
  5. Bernyanyi – Hafalan dengan irama lagu anak yang ceria

Skenario Pembelajaran (1 Pertemuan)

A. Pendahuluan (10 menit)

  1. Salam dan doa bersama.
  2. Apersepsi: “Anak-anak, apa yang kalian lakukan setelah pulang sekolah? Apakah kalian belajar? Atau bermain?”
  3. Motivasi: “Hari ini kita belajar surat yang mengajarkan kita untuk tidak menyia-nyiakan waktu.”
  4. Menyampaikan tujuan pembelajaran.

B. Kegiatan Inti (50 menit)

  1. Membaca dan Menirukan: Guru membacakan Surah Al-‘Ashr ayat 1-3 dengan tartil, siswa menirukan bersama-sama .
  2. Menjelaskan Arti: Guru menjelaskan arti setiap ayat dengan bahasa sederhana.
  3. Menceritakan: Guru bercerita tentang pentingnya waktu dan akibat menyia-nyiakannya .
  4. Berdiskusi: Tanya jawab tentang 4 sifat yang membuat manusia tidak merugi .
  5. Menghafal: Siswa menghafal Surah Al-‘Ashr secara bertahap .

C. Penutup (10 menit)

  1. Menyimpulkan: Surah Al-‘Ashr mengajarkan kita untuk menghargai waktu, beriman, beramal saleh, dan saling menasihati.
  2. Refleksi: “Apa yang akan kalian lakukan untuk tidak menyia-nyiakan waktu?”
  3. Tugas: Hafalkan Surah Al-‘Ashr di rumah .
  4. Doa dan salam.

D. Media dan Alat Peraga

MediaKeterangan
Poster Surah Al-‘AshrTulisan Arab, Latin, dan arti ukuran besar
Kartu Ayat3 kartu untuk permainan menyusun urutan ayat
Gambar/IlustrasiGambar waktu (jam), anak rajin belajar, anak membantu orang tua
Video PembelajaranTayangan bacaan Surah Al-‘Ashr
Lembar Kerja SiswaBerisi latihan menulis dan soal pemahaman 

E. Penilaian dan Evaluasi

1. Penilaian Hafalan

  • Siswa melafalkan Surah Al-‘Ashr secara bergiliran di depan kelas .

2. Penilaian Pengetahuan (Soal Sederhana) 

SoalJawaban
Surah Al-‘Ashr terdiri dari berapa ayat?3 ayat
Apa arti Al-‘Ashr?Masa/Waktu
Ayat pertama Surah Al-‘Ashr berbunyi…Wal-‘ashr
Apa yang menyebabkan manusia merugi?Menyia-nyiakan waktu
Sebutkan 4 sifat yang membuat manusia tidak merugi!Beriman, beramal saleh, saling menasihati kebenaran, saling menasihati kesabaran

3. Rubrik Penilaian

KriteriaMahir (4)Cakap (3)Baru Berkembang (2)Perlu Bimbingan (1)
Kelancaran HafalanHafal 3 ayat dengan lancarHafal 2 ayat dengan lancarHafal 1 ayatBelum hafal
Pemahaman MaknaBisa menjelaskan semua isi suratBisa menjelaskan sebagianTahu sedikitBelum memahami
Menerapkan NilaiSelalu memanfaatkan waktu dengan baikKadang memanfaatkan waktuMasih sering bermalas-malasanBelum terbiasa

F. Sumber Belajar

  • Buku Al-Qur’an Hadis Kelas 2 MI, Kementerian Agama RI 
  • quran.kemenag.go.id (bacaan dan terjemahan)
  • Modul ajar dan LKPD Surah Al-‘Ashr 

Bahan Ajar Kelas 2: Surah At-Takātsur (102)

Surah At-Takātsur diajarkan di kelas 2 MI pada semester ganjil, termasuk dalam surah-surah pendek pilihan . Nama At-Takātsur sendiri berarti bermegah-megahan, yang menjadi tema utama surat ini .


A. Kompetensi Dasar dan Tujuan Pembelajaran

Kompetensi Inti (KI):
Menerima QS. At-Takātsur sebagai firman Allah SWT .

Kompetensi Dasar (KD):

  • 3.3 Memahami QS. At-Takātsur 
  • 4.3 Melafalkan QS. At-Takātsur 

Tujuan Pembelajaran:

  1. Siswa mampu melafalkan QS. At-Takātsur dengan tartil dan benar
  2. Siswa mampu menghafalkan QS. At-Takātsur dengan lancar
  3. Siswa mampu menjelaskan isi kandungan QS. At-Takātsur secara sederhana 
  4. Siswa mampu menghindari perilaku bermegah-megahan dalam kehidupan sehari-hari

B. Materi Pokok

1. Sekilas tentang Surah At-Takātsur

AspekKeterangan
NamaAt-Takātsur (التكاثر) artinya Bermegah-megahan 
Jumlah Ayat8 ayat 
UrutanSurah ke-102 dalam Al-Qur’an
GolonganMakkiyyah (turun di Mekkah), turun setelah Surah Al-Kautsar 

2. Teks Surah At-Takātsur (Arab, Latin, dan Arti)

AyatArabLatinArti
1أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُAlhākumut-takāthur“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu,”
2حَتَّىٰ زُرْتُمُ الْمَقَابِرَḤattā zurtumul-maqābir“Sampai kamu masuk ke dalam kubur.”
3كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَKallā sawfa ta’lamūn“Sekali-kali tidak! Kelak kamu akan mengetahui.”
4ثُمَّ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَṬsumma kallā sawfa ta’lamūn“Sekali-kali tidak! Kelak kamu akan mengetahui.”
5كَلَّا لَوْ تَعْلَمُونَ عِلْمَ الْيَقِينِKallā law ta’lamūna ‘ilmal-yaqīn“Sekali-kali tidak! Sekiranya kamu mengetahui dengan pasti,”
6لَتَرَوُنَّ الْجَحِيمَLatarawunnal-jaḥīm“Niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahim,”
7ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيْنَ الْيَقِينِṬsumma latarawunnahā ‘aynal-yaqīn“Kemudian kamu benar-benar akan melihatnya dengan mata kepala sendiri.”
8ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِṬsumma latus-alunna yauma’iżin ‘anin-na’īm“Kemudian kamu pasti akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia).”

3. Kisah di Balik Turunnya (Asbabun Nuzul)

Untuk disampaikan ke siswa dengan bahasa sederhana:

Surah ini turun sebagai teguran bagi dua kabilah (suku) di Madinah, yaitu Bani Haritsah dan Bani Harits, yang saling menyombongkan diri . Mereka saling bertanya, “Siapa di antara kita yang lebih banyak harta, lebih banyak anak, dan lebih gagah?” Bahkan mereka sampai pergi ke kuburan untuk membanggakan leluhur masing-masing .

Ada juga riwayat yang menyebutkan kisah Qarun, seorang yang awalnya miskin lalu diberi kekayaan oleh Allah. Namun setelah kaya, ia menjadi sombong, lalai beribadah, dan akhirnya ditenggelamkan bersama hartanya .

Kisah-kisah ini menunjukkan bahwa Allah sangat mencela orang-orang yang sibuk bermegah-megahan sehingga lupa kepada-Nya .

4. Isi Kandungan Surah (Penjelasan untuk Anak)

AyatKandungan Sederhana
1-2Manusia suka sibuk membanggakan harta dan keduniaan, sampai lupa bahwa suatu hari nanti akan mati dan masuk kubur .
3-5Allah menegaskan dengan keras (Kallā = sekali-kali tidak!) bahwa manusia kelak akan menyadari kesalahannya .
6-7Orang yang lalai akan melihat neraka Jahim sebagai balasannya .
8Di akhirat, Allah akan menanyakan semua kenikmatan yang dibanggakan di dunia .

5. Hikmah yang Bisa Diambil

  1. Jangan sombong dengan harta. Kekayaan bukanlah tujuan hidup, melainkan titipan Allah .
  2. Hidup sederhana itu lebih baik. Tidak perlu membanggakan harta atau keturunan .
  3. Ingatlah kematian. Semua orang pasti mati dan akan mempertanggungjawabkan perbuatannya .
  4. Fokus pada ibadah. Jangan sampai kesibukan dunia membuat kita lalai kepada Allah .

C. Metode dan Kegiatan Pembelajaran

Skenario Pembelajaran (3 Pertemuan) 

Pertemuan 1: Membaca Surah At-Takātsur

  1. Guru menunjukkan poster atau tayangan surah At-Takātsur
  2. Siswa mengamati tulisan surah
  3. Guru membacakan ayat per ayat, siswa menirukan
  4. Siswa membaca secara berkelompok dan bergantian

Pertemuan 2: Menghafal Surah At-Takātsur

  1. Siswa membaca surah secara klasikal
  2. Hafalan dilakukan dengan metode tikrar (pengulangan): satu ayat dibaca 5-7 kali
  3. Siswa menghafal dengan bimbingan guru
  4. Setoran hafalan per individu atau kelompok

Pertemuan 3: Memahami Kandungan

  1. Guru menceritakan kisah di balik turunnya surah
  2. Tanya jawab tentang isi kandungan
  3. Diskusi: “Bagaimana cara agar tidak bermegah-megahan?”
  4. Refleksi dan kesimpulan

D. Media dan Alat Peraga

MediaKeterangan
Poster Surah At-TakātsurTulisan Arab, Latin, dan arti ukuran besar
Gambar/IlustrasiGambar orang sombong dengan harta, kuburan
Lembar Kerja Siswa (LKPD)Latihan menulis dan soal pemahaman

E. Penilaian dan Evaluasi

1. Penilaian Hafalan

  • Siswa melafalkan Surah At-Takātsur secara bergiliran di depan kelas

2. Penilaian Pengetahuan (Soal Sederhana) 

SoalJawaban
Apa arti At-Takātsur?Bermegah-megahan
Surah At-Takātsur terdiri dari berapa ayat?8 ayat
Tuliskan ayat ke-2 Surah At-Takātsur!Ḥattā zurtumul-maqābir
Apa yang akan ditanyakan Allah pada hari kiamat?Kenikmatan yang dimegah-megahkan

3. Rubrik Penilaian

KriteriaMahirCakapBaru Berkembang
Kelancaran HafalanHafal 8 ayat lancarHafal 4-7 ayatHafal 1-3 ayat
Pemahaman MaknaBisa menjelaskan semua isi suratBisa menjelaskan sebagianTahu sedikit

F. Sumber Belajar

  • Buku Al-Qur’an Hadis Kelas 2 MI, Kementerian Agama RI 
  • quran.kemenag.go.id (bacaan dan terjemahan)

Bahan Ajar Kelas 2: Hadis tentang Keutamaan Belajar Al-Qur’an

Materi hadis tentang keutamaan belajar Al-Qur’an diajarkan di kelas 2 MI pada semester ganjil (Bab VII). Materi ini mengajarkan kepada siswa bahwa orang yang belajar dan mengajarkan Al-Qur’an adalah sebaik-baik manusia.


A. Kompetensi Dasar dan Tujuan Pembelajaran

Kompetensi Dasar (KD):

  • Memahami hadis tentang keutamaan belajar Al-Qur’an
  • Melafalkan dan menghafal hadis tentang keutamaan belajar Al-Qur’an

Tujuan Pembelajaran:

  1. Siswa mampu melafalkan hadis tentang keutamaan belajar Al-Qur’an dengan benar
  2. Siswa mampu menghafalkan hadis tentang keutamaan belajar Al-Qur’an dengan lancar
  3. Siswa mampu mengetahui arti hadis secara sederhana
  4. Siswa mampu menjelaskan isi kandungan hadis
  5. Siswa mampu menerapkan semangat belajar Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari

B. Materi Pokok

1. Sekilas tentang Hadis

AspekKeterangan
PerawiHR. Bukhari (diriwayatkan oleh Imam Bukhari)
PeriwayatDari Utsman bin Affan RA (disampaikan oleh Sayyidina Utsman)
JenisHadis tentang keutamaan (fadhilah)

2. Teks Hadis (Arab, Latin, dan Arti)

ArabLatinArti
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُKhairukum man ta’allamal-Qur’āna wa ‘allamah“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)

3. Terjemah Per Kata (Mufradat)

LafalArti
خَيْرُكُمْSebaik-baik kalian
مَنْOrang yang
تَعَلَّمَBelajar
الْقُرْآنَAl-Qur’an
وَعَلَّمَهُDan mengajarkannya

4. Isi Kandungan Hadis

Hadis ini mengajarkan dua amalan utama:

AmalanPenjelasan
Belajar Al-Qur’anBelajar membaca, menulis, mengartikan, memahami, dan menghafal Al-Qur’an
Mengajarkan Al-Qur’anMengajarkan cara membaca, menulis, mengartikan, dan menghafal kepada orang lain

Mengapa dua amalan ini penting?

Al-Qur’an adalah wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad melalui Malaikat Jibril untuk disampaikan kepada umatnya. Al-Qur’an merupakan petunjuk hidup manusia agar bisa hidup bahagia di dunia dan akhirat.

Keistimewaan Al-Qur’an:

  • Membaca Al-Qur’an termasuk ibadah
  • Membaca satu huruf dalam Al-Qur’an bernilai satu kebaikan dan dilipatgandakan menjadi 10 ganjaran

C. Metode Pembelajaran yang Efektif

Penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran yang efektif untuk materi ini adalah:

MetodeDeskripsi
Reading Aloud (Membaca Nyaring)Guru memberikan teks bacaan kepada siswa, salah satu siswa maju membacakan dengan suara keras, guru menegaskan pada poin-poin penting
ArtikulasiSiswa berpasangan menceritakan materi yang telah diajarkan, pasangannya mencatat apa yang diceritakan
Menirukan (Talaqqi)Guru melafalkan hadis, siswa menirukan secara bersama-sama, lalu bergantian
MenghafalHafalan dilakukan secara bertahap dengan pengulangan tikrar (5-7 kali pengulangan per sesi)

Skenario Pembelajaran (1 Pertemuan)

A. Pendahuluan (10 menit)

  1. Salam dan doa bersama.
  2. Apersepsi: “Anak-anak, siapa yang sudah bisa membaca Al-Qur’an?” “Siapa yang suka belajar Al-Qur’an?”
  3. Motivasi: “Hari ini kita belajar hadis yang mengatakan bahwa orang yang belajar Al-Qur’an adalah orang terbaik.”
  4. Menyampaikan tujuan pembelajaran.

B. Kegiatan Inti (50 menit)

  1. Menyimak (Reading Aloud): Guru membacakan hadis “Khairukum man ta’allamal-Qur’āna wa ‘allamah” dengan suara jelas, siswa menyimak.
  2. Menirukan: Siswa menirukan bacaan guru secara klasikal, kelompok, dan individu.
  3. Menjelaskan Arti: Guru menjelaskan arti hadis per kata dan keseluruhan dengan bahasa sederhana.
  4. Menghafal: Siswa menghafal hadis secara bertahap (misal: Khairukum → man ta’allama → al-Qur’āna → wa ‘allamah).
  5. Artikulasi (Berpasangan): Siswa berpasangan menceritakan isi kandungan hadis kepada temannya, yang lain mencatat.
  6. Tanya Jawab: “Siapa yang disebut sebaik-baik manusia?” “Apa yang harus kita lakukan agar termasuk orang terbaik?”

C. Penutup (10 menit)

  1. Menyimpulkan: Hadis ini mengajarkan bahwa orang yang belajar dan mengajarkan Al-Qur’an adalah sebaik-baik manusia.
  2. Refleksi: “Apakah kalian sudah termasuk orang yang belajar Al-Qur’an?”
  3. Tugas: Hafalkan hadis di rumah dan ajarkan kepada keluarga.
  4. Doa dan salam.

D. Media dan Alat Peraga

MediaKeterangan
Poster HadisTulisan Arab, Latin, dan arti ukuran besar
Kartu Kata (Mufradat)Potongan kata hadis untuk permainan menyusun
Lembar Kerja Siswa (LKPD)Latihan menulis dan soal pemahaman
Buku Al-Qur’an Hadis Kelas 2Sumber utama dari Kementerian Agama

E. Penilaian dan Evaluasi

1. Penilaian Hafalan

  • Siswa melafalkan hadis “Khairukum man ta’allamal-Qur’āna wa ‘allamah” secara bergiliran di depan kelas.

2. Penilaian Pengetahuan (Soal Sederhana)

SoalJawaban
Hadis tentang keutamaan belajar Al-Qur’an diriwayatkan oleh siapa?Imam Bukhari
Hadis ini disampaikan oleh sahabat siapa?Utsman bin Affan RA
Tuliskan lafal hadis “Sebaik-baik kalian”!Khairukum
Sebutkan dua amalan dalam hadis ini!Belajar Al-Qur’an dan mengajarkan Al-Qur’an

3. Rubrik Penilaian Sederhana

KriteriaMahir (4)Cakap (3)Baru Berkembang (2)Perlu Bimbingan (1)
Kelancaran HafalanHafal dengan lancar dan fasihHafal dengan sedikit bantuanHafal sebagianBelum hafal
Pemahaman MaknaBisa menjelaskan arti dan isi dengan lengkapBisa menjelaskan sebagian artiTahu sedikit artiBelum memahami

4. Penilaian Sikap (Observasi)

  • Antusiasme dalam belajar Al-Qur’an.
  • Semangat menghafal dan membaca Al-Qur’an.

F. Sumber Belajar

  • Buku Al-Qur’an Hadis Kelas 2 MI, Kementerian Agama RI (Bab VII)
  • Buku “Cinta Al-Qur’an dan Hadis 2 untuk Kelas II Madrasah Ibtidaiyah”
  • quran.kemenag.go.id

SEMESTER 2

Bahan Ajar Kelas 2: Hukum Bacaan Al-Qomariyah dan Al-Syamsiyah

Materi hukum bacaan Al-Qomariyah dan Al-Syamsiyah diajarkan di kelas 2 MI pada semester genap (Bab VII) . Materi ini adalah kelanjutan dari pengenalan tajwid dasar dan menjadi fondasi penting agar siswa mampu membaca Al-Qur’an dengan benar .


A. Kompetensi Dasar dan Tujuan Pembelajaran

Capaian Pembelajaran (Fase A):
Peserta didik mampu mengenal bacaan Al-Qomariyah dan Al-Syamsiyah, sehingga mampu melafalkan dan mempraktikkan hukum bacaan dengan baik dan benar .

Kompetensi Dasar (KD):

  • 3.4 Memahami hukum bacaan “Al-Qomariyah” dan “Al-Syamsiyah” 
  • 4.4 Menerapkan hukum bacaan “Al-Qomariyah” dan “Al-Syamsiyah” 

Tujuan Pembelajaran:

  1. Siswa mampu menjelaskan pengertian Al-Qomariyah dan Al-Syamsiyah secara sederhana 
  2. Siswa mampu menyebutkan huruf-huruf Al-Qomariyah dan Al-Syamsiyah 
  3. Siswa mampu membedakan bacaan Al-Qomariyah dan Al-Syamsiyah 
  4. Siswa mampu mempraktikkan cara membaca Al-Qomariyah dan Al-Syamsiyah dalam Al-Qur’an

B. Materi Pokok

1. Pengertian Al-Qomariyah dan Al-Syamsiyah

Hukum bacaan Al-Qomariyah dan Al-Syamsiyah berlaku pada kata yang diawali dengan Alif Lam (ال) atau al dalam bahasa Arab .

HukumPengertianNama LainCara Membaca
Al-QomariyahApabila Alif Lam (ال) bertemu dengan salah satu huruf QomariyahIzhar Qomariyah (dibaca jelas) Lam (ل) dibaca jelas dan terang, tidak lebur 
Al-SyamsiyahApabila Alif Lam (ال) bertemu dengan salah satu huruf SyamsiyahIdgham Syamsiyah (dibaca lebur) Lam (ل) tidak dibaca, melebur ke huruf berikutnya yang bertasydid 

2. Huruf-Huruf Al-Qomariyah (14 Huruf)

No.HurufContohNo.HurufContoh
1ا (Alif)الْأَرْضِ (al-ardhi) 8ف (Fa)الْفَوْزِ (al-fauzi) 
2ب (Ba)الْبَقَرَةَ (al-baqarah) 9ق (Qaf)الْقُرْآنَ (al-qur’ān) 
3ج (Jim)الْجَنَّةَ (al-jannah) 10ك (Kaf)الْكِتَابَ (al-kitāb) 
4ح (Ha)الْحَيُّ (al-hayyu) 11م (Mim)الْمَقَابِرُ (al-maqābir) 
5خ (Kha)الْخَالِقُ (al-khāliku) 12و (Waw)الْوَرِثُ (al-warithu)
6ع (‘Ain)الْعَظِيمِ (al-‘azhīm) 13ه (Ha)الْهُدَى (al-hudā) 
7غ (Ghain)الْغَفُورُ (al-ghafūr) 14ي (Ya)الْيَقِينِ (al-yaqīn) 

Huruf Al-Qomariyah dapat dihafal dengan lagu: ا ب ج ح خ ع غ ف ق ك م و ه ي 

3. Huruf-Huruf Al-Syamsiyah (14 Huruf)

No.HurufContohNo.HurufContoh
1ت (Ta)النَّارِ (an-nār) 8ش (Syin)الشَّهْرُ (asy-syahr) 
2ث (Tsa)الثَّمَرَاتِ (ats-tsamarāt) 9ص (Shad)الصَّلَاةَ (ash-shalāh) 
3د (Dal)الدِّينِ (ad-dīn) 10ض (Dhad)الضَّالِّينَ (adh-dhāllīn) 
4ذ (Dzal)الذِّكْرِ (adz-dzikr) 11ط (Tha)الطَّيِّبَاتِ (ath-thayyibāt) 
5ر (Ra)الرَّحْمَٰنِ (ar-rahmān) 12ظ (Zha)الظَّنَّ (azh-zhanna)
6ز (Zai)الزَّكَاةَ (az-zakāh) 13ل (Lam)لَّا (lā)
7س (Sin)السَّمَاءِ (as-samā`)  | 14 | ن (Nun) | النَّاسِ (an-nās) |

Huruf Al-Syamsiyah dapat dihafal dengan lagu: ت ث د ذ ر ز س ش ص ض ط ظ ل ن 

4. Ciri-Ciri untuk Membedakan

Al-QomariyahAl-Syamsiyah
Huruf lam (ل) tetap dibaca jelasHuruf lam (ل) tidak dibaca (lebur)
Tidak ada tanda tasydid (ّ) pada huruf setelah lam Terdapat tanda tasydid (ّ) pada huruf setelah lam 
Contoh: اَلْحَمْدُ (al-hamdu) → lam dibaca jelasContoh: اَلشَّمْسُ (asy-syamsu) → lam lebur, syin bertasydid

C. Metode dan Kegiatan Pembelajaran

Pembelajaran hukum bacaan ini sebaiknya menggunakan metode yang interaktif agar siswa tidak hanya menghafal teori, tetapi juga mampu mempraktikkan . Pendekatan yang direkomendasikan:

MetodeDeskripsi
CeramahGuru menjelaskan pengertian, ciri-ciri, dan contoh secara sederhana 
Diskusi KelompokSiswa berdiskusi untuk menemukan perbedaan cara membaca kedua hukum ini 
Praktik (Demonstrasi)Guru mencontohkan bacaan, siswa menirukan dan mempraktikkan 

Skenario Pembelajaran (1 Pertemuan)

A. Pendahuluan (10 menit)

  1. Salam dan doa bersama.
  2. Apersepsi: “Anak-anak, perhatikan dua kata ini: اَلشَّمْسُ (asy-syamsu) dan اَلْقَمَرُ (al-qamaru). Mengapa cara membacanya berbeda?” 
  3. Motivasi: “Hari ini kita belajar cara membaca Alif Lam yang benar dalam Al-Qur’an.”
  4. Menyampaikan tujuan pembelajaran.

B. Kegiatan Inti (50 menit)

  1. Menjelaskan: Guru menjelaskan pengertian Al-Qomariyah (dibaca jelas) dan Al-Syamsiyah (dibaca lebur) .
  2. Menunjukkan Huruf: Guru memperkenalkan 14 huruf Qomariyah dan 14 huruf Syamsiyah .
  3. Memberi Contoh: Guru memberikan contoh bacaan:
    • Al-Qomariyah: اَلْحَمْدُ (al-hamdu)
    • Al-Syamsiyah: اَلشَّمْسُ (asy-syamsu)
  4. Menirukan: Siswa menirukan bacaan guru secara klasikal dan individu .
  5. Diskusi Kelompok: Siswa berkelompok mencari dan mengidentifikasi contoh Al-Qomariyah dan Al-Syamsiyah dalam potongan ayat .
  6. Presentasi: Perwakilan kelompok membacakan hasil diskusinya di depan kelas .

C. Penutup (10 menit)

  1. Menyimpulkan: “Al-Qomariyah = Alif Lam dibaca jelas (14 huruf). Al-Syamsiyah = Alif Lam dibaca lebur (14 huruf).”
  2. Refleksi: “Apakah kalian sudah bisa membedakan bacaan Al-Qomariyah dan Al-Syamsiyah?”
  3. Tugas: mencari 2 contoh bacaan Al-Qomariyah dan 2 contoh Al-Syamsiyah di Juz ‘Amma.
  4. Doa dan salam.

D. Media dan Alat Peraga

MediaKeterangan
Poster HurufPoster berisi 14 huruf Qomariyah dan 14 huruf Syamsiyah dengan contoh
Kartu KataKartu berisi lafal-lafal untuk permainan memasangkan
Video PembelajaranTayangan cara membaca Al-Qomariyah dan Al-Syamsiyah
Lembar Kerja Siswa (LKPD)Berisi latihan mengidentifikasi dan membedakan kedua bacaan

E. Penilaian dan Evaluasi

1. Penilaian Pengetahuan (Soal Sederhana)

SoalJawaban
Apa yang dimaksud Al-Qomariyah?Alif Lam dibaca jelas/tidak lebur
Apa yang dimaksud Al-Syamsiyah?Alif Lam dibaca lebur/melebur
Sebutkan 3 huruf Al-Qomariyah!(bisa: ب ج ح خ ع غ ف ق ك م و ه ي)
Sebutkan 3 huruf Al-Syamsiyah!(bisa: ت ث د ذ ر ز س ش ص ض ط ظ ل ن)

2. Penilaian Keterampilan (Praktik Membaca)

  • Siswa diminta membaca lafal yang mengandung Al-Qomariyah atau Al-Syamsiyah.
  • Guru menilai ketepatan pelafalan (jelas vs lebur).

3. Rubrik Penilaian Sederhana

KriteriaMahir (4)Cakap (3)Baru Berkembang (2)Perlu Bimbingan (1)
Pelafalan Al-QomariyahLam dibaca sangat jelasLam dibaca jelasLam dibaca kurang jelasBelum mampu
Pelafalan Al-SyamsiyahLam lebur sempurnaLam lebur cukup baikLam belum lebur sempurnaBelum mampu
Identifikasi HurufBisa menyebutkan semua hurufBisa menyebutkan sebagianTahu beberapaBelum hafal

F. Sumber Belajar

  • Buku Al-Qur’an Hadis Kelas 2 MI, Kementerian Agama RI (Bab XII) 
  • Modul ajar dan LKPD hukum bacaan Al-Qomariyah dan Al-Syamsiyah 
  • quran.kemenag.go.id (bacaan dan terjemahan)

Semoga bahan ajar ini bermanfaat. Apakah Bapak/Ibu memerlukan lembar kerja siswa (LKPD) khusus untuk bab ini atau contoh soal evaluasi yang lebih lengkap?

Bahan Ajar Kelas 2: Surah Al-Mā‘ūn (107)

Materi Surah Al-Mā‘ūn diajarkan di kelas 2 MI pada semester genap . Surah ini mengajarkan tentang ciri-ciri orang yang mendustakan agama dan pentingnya kepedulian sosial, terutama terhadap anak yatim dan orang miskin.


A. Kompetensi Dasar dan Tujuan Pembelajaran

Kompetensi Dasar (KD):

  • 4.1 Melafalkan surah Al-Mā‘ūn secara benar dan fasih 
  • 4.2 Menghafalkan surah Al-Mā‘ūn secara benar dan fasih 

Tujuan Pembelajaran:

  1. Siswa mampu melafalkan Surah Al-Mā‘ūn dengan tartil dan benar 
  2. Siswa mampu menghafalkan Surah Al-Mā‘ūn dengan lancar 
  3. Siswa mampu menjelaskan isi kandungan Surah Al-Mā‘ūn secara sederhana 

B. Materi Pokok

1. Sekilas tentang Surah Al-Mā‘ūn

AspekKeterangan
NamaAl-Mā‘ūn (الْمَاعُونَ) artinya Bantuan Penting atau Barang-barang Berguna 
Jumlah Ayat7 ayat 
UrutanSurah ke-107 dalam Al-Qur’an 
GolonganMakkiyyah (turun di Mekkah) 
Nama LainAl-Yatīm (Anak Yatim), Ar-Ru’yah 

2. Teks Surah Al-Mā‘ūn (Arab, Latin, dan Arti) 

AyatArabLatinArti
1أَرَءَيْتَ ٱلَّذِى يُكَذِّبُ بِٱلدِّينِAra`aitallażī yukażżibu bid-dīn | “Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?” |
2فَذَٰلِكَ ٱلَّذِى يَدُعُّ ٱلْيَتِيمَFa żālikallażī yadu”ul-yatīm“Itulah orang yang menghardik anak yatim,”
3وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ ٱلْمِسْكِينِWa lā yaḥuḍḍu ‘alā ṭa’āmil-miskīn“dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.”
4فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّينَFa wailul lil-muṣallīn“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat,”
5ٱلَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَAllażīna hum ‘an ṣalātihim sāhụn“(yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya,”
6ٱلَّذِينَ هُمْ يُرَآءُونَAllażīna hum yurā`ụn | “orang-orang yang berbuat riya,” |
7وَيَمْنَعُونَ ٱلْمَاعُونَWa yamna’ụnal-mā’ụn“dan enggan (menolong dengan) barang berguna.”

3. Isi Kandungan Surah Al-Mā‘ūn 

Surah ini menggambarkan ciri-ciri orang yang mendustakan agama:

AyatCiri Pendusta Agama
1-2Menghardik dan menyakiti anak yatim
3Tidak mau memberi makan orang miskin dan tidak menganjurkan orang lain untuk memberi makan
4-5Lalai dalam shalat (mengabaikan kewajiban shalat)
6Berbuat riya (pamer ibadah agar dilihat orang)
7Enggan memberikan pertolongan/barang berguna kepada orang lain

4. Penjelasan untuk Anak (Cerita Sederhana)

“Anak-anak, Allah bertanya kepada kita: ‘Tahukah kamu siapa orang yang mendustakan agama?’

Orang yang mendustakan agama bukan hanya orang yang tidak shalat. Ada juga orang yang shalat, tapi shalatnya lalai dan suka pamer. Mereka juga suka menghardik anak yatim, tidak mau memberi makan orang miskin, dan pelit membantu orang lain.

Padahal, orang yang benar-benar beriman itu sayang anak yatimsuka berbagi makanan dengan orang miskin, shalat dengan khusyuk (bukan pamer), dan suka menolong orang lain.”

5. Hikmah yang Bisa Diambil 

  1. Sayangi anak yatim. Jangan pernah menghardik atau menyakiti mereka 
  2. Peduli pada orang miskin. Beri mereka makanan dan bantuan 
  3. Shalat dengan khusyuk. Jangan lalai atau pamer dalam beribadah 
  4. Suka menolong. Berikan bantuan kepada siapa pun yang membutuhkan 

C. Metode dan Kegiatan Pembelajaran 

MetodeDeskripsi
Talaqqi (Menirukan)Guru melafalkan ayat per ayat, siswa menirukan 
Drill (Pengulangan)Pengulangan bacaan 2-3 kali per sesi 
BerceritaGuru bercerita tentang pentingnya menyayangi anak yatim 
Bermain PeranSiswa mempraktikkan sikap menolong dan menyayangi 
Isyarat TanganHafalan dengan gerakan tangan untuk memudahkan mengingat 

Skenario Pembelajaran (1 Pertemuan) 

A. Pendahuluan (10 menit)

  1. Salam dan doa bersama
  2. Apersepsi: “Anak-anak, siapa yang suka menolong teman?”
  3. Menyampaikan tujuan pembelajaran

B. Kegiatan Inti (50 menit)

  1. Menyimak: Guru membacakan Surah Al-Mā‘ūn dengan tartil, siswa menyimak 
  2. Menirukan: Siswa menirukan bacaan ayat per ayat (2-3 kali) 
  3. Menghafal: Hafalan bertahap (ayat 1-2, lalu 3-4, lalu 5-7) 
  4. Bercerita: Guru menceritakan kisah tentang anak yatim dan pentingnya menyayangi mereka 
  5. Diskusi: “Apa yang harus kita lakukan jika melihat anak yatim? Bagaimana cara membantu orang miskin?”

C. Penutup (10 menit)

  1. Menyimpulkan: Surah Al-Mā‘ūn mengajarkan kita untuk sayang anak yatim, peduli orang miskin, shalat khusyuk, suka menolong, dan tidak riya 
  2. Refleksi: “Apa yang akan kalian lakukan untuk membantu teman yang membutuhkan?”
  3. Tugas: Hafalkan Surah Al-Mā‘ūn di rumah 

D. Media dan Alat Peraga 

MediaKeterangan
Poster Surah Al-Mā‘ūnTulisan Arab, Latin, dan arti ukuran besar
Gambar/IlustrasiGambar anak yatim, orang miskin, orang shalat, orang menolong
Video PembelajaranTayangan bacaan Surah Al-Mā‘ūn dan cerita anak yatim
Lembar Kerja Siswa (LKPD)Latihan menulis dan soal pemahaman

E. Penilaian dan Evaluasi 

1. Penilaian Hafalan

KriteriaHafal (Skor 3)Cukup Hafal (Skor 2)Kurang Hafal (Skor 1)
KelancaranHafal 7 ayat lancarHafal 4-6 ayatHafal 1-3 ayat
Ketepatan BacaanPengucapan tepat, makhraj benarSebagian tepatMasih terbata-bata 

2. Penilaian Pengetahuan (Soal Sederhana)

SoalJawaban
Surah Al-Mā‘ūn terdiri dari berapa ayat?7 ayat 
Apa arti Al-Mā‘ūn?Bantuan penting/barang berguna 
Surah Al-Mā‘ūn termasuk golongan surat…Makkiyyah 
Sebutkan 2 ciri orang yang mendustakan agama!Menghardik anak yatim, tidak memberi makan orang miskin 

3. Penilaian Sikap (Observasi)

  • Semangat menghafal Surah Al-Mā‘ūn
  • Perilaku peduli terhadap teman yang membutuhkan

F. Sumber Belajar

  • Buku Al-Qur’an Hadis Kelas 2 MI, Kementerian Agama RI 
  • quran.kemenag.go.id (bacaan dan terjemahan) 

Bahan Ajar Kelas 2: Surah Al-Qadr (97)

Materi Surah Al-Qadr diajarkan di kelas 2 MI pada semester genap . Surah ini menjelaskan tentang kemuliaan malam Lailatul Qadr, yaitu malam diturunkannya Al-Qur’an yang nilainya lebih baik dari seribu bulan .


A. Kompetensi Dasar dan Tujuan Pembelajaran

Kompetensi Dasar (KD):

  • 4.1 Melafalkan Surah Al-Qadr secara benar dan fasih 

Tujuan Pembelajaran:

  1. Siswa mampu melafalkan Surah Al-Qadr dengan tartil dan benar
  2. Siswa mampu menghafalkan Surah Al-Qadr dengan lancar
  3. Siswa mampu menjelaskan isi kandungan Surah Al-Qadr secara sederhana

B. Materi Pokok

1. Sekilas tentang Surah Al-Qadr

AspekKeterangan
NamaAl-Qadr (الْقَدْرِ) artinya Kemuliaan atau Kedudukan Tinggi 
Jumlah Ayat5 ayat 
UrutanSurah ke-97 dalam Al-Qur’an 
GolonganMakkiyyah (turun di Mekkah) 

2. Teks Surah Al-Qadr (Arab, Latin, dan Arti)

AyatArabLatinArti
1إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِInnā anzalnāhu fī lailatil-qadr“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam qadar.” 
2وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِWa mā adrāka mā lailatul-qadr“Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?” 
3لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍLailatul-qadri khairun min alfi syahr“Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.” 
4تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍTanazzalul-malāikatu war-rūhu fīhā biiżni rabbihim min kulli amr“Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan.” 
5سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِSalāmun hiya ḥattā maṭla’il-fajr“Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar.” 

3. Kisah di Balik Turunnya (Asbabun Nuzul) – Cerita untuk Anak

Untuk disampaikan ke siswa dengan bahasa sederhana:

Pada zaman dahulu, ada seorang laki-laki dari Bani Israil (umat Nabi Musa) yang sangat rajin beribadah. Ia beribadah setiap malam dan berjuang di medan perang setiap siang. Ia melakukan hal itu selama seribu bulan (sekitar 83 tahun) .

Ketika para sahabat Nabi Muhammad SAW mendengar cerita ini, mereka merasa kagum dan sedih. Mereka berpikir, “Bagaimana kami bisa menyaingi amal ibadah orang itu? Usia kami lebih pendek darinya” .

Mendengar hal itu, Allah menurunkan Surah Al-Qadr sebagai kabar gembira. Allah memberi tahu umat Nabi Muhammad bahwa satu malam bernama Lailatul Qadr di bulan Ramadhan memiliki nilai pahala yang lebih baik daripada seribu bulan (83 tahun) beribadah .

4. Isi Kandungan Surah Al-Qadr

AyatKandungan Sederhana untuk Anak
1Allah menurunkan Al-Qur’an pada malam Lailatul Qadr, yaitu malam yang sangat istimewa di bulan Ramadhan 
2Allah bertanya, “Tahukah kamu betapa mulianya malam Lailatul Qadr?” Sungguh, tidak ada yang tahu kecuali Allah 
3Malam Lailatul Qadr lebih baik daripada beribadah selama seribu bulan (83 tahun). Ini adalah karunia besar bagi umat Nabi Muhammad 
4Pada malam itu, para malaikat dan Malaikat Jibril turun ke bumi atas izin Allah untuk mengatur semua urusan 
5Malam Lailatul Qadr adalah malam yang penuh kesejahteraan dan keberkahan hingga terbit fajar. Para malaikat mendoakan orang yang beribadah 

5. Hikmah dan Pesan Utama

  1. Al-Qur’an adalah karunia besar. Allah menurunkannya pada malam yang sangat mulia .
  2. Malam Lailatul Qadr sangat istimewa. Pahalanya lebih baik dari ibadah 83 tahun. Allah memberi kesempatan kepada umat Nabi Muhammad untuk mendapat pahala besar meskipun usia pendek .
  3. Manfaatkan malam Lailatul Qadr. Perbanyak ibadah, doa, dan membaca Al-Qur’an di bulan Ramadhan, terutama pada 10 malam terakhir .
  4. Malam itu penuh kedamaian. Malaikat turun membawa rahmat dan mendoakan kebaikan .

C. Metode dan Kegiatan Pembelajaran

MetodeDeskripsi
Talaqqi (Menirukan)Guru melafalkan ayat per ayat, siswa menirukan 
BerceritaGuru menceritakan kisah Bani Israil dan keutamaan Lailatul Qadr 
Drill (Pengulangan)Pengulangan hafalan 2-3 kali per sesi
Make a MatchSiswa memasangkan ayat dengan terjemahnya menggunakan kartu 

Skenario Pembelajaran (1 Pertemuan)

A. Pendahuluan (10 menit)

  1. Salam dan doa bersama
  2. Apersepsi: “Anak-anak, siapa yang suka mendapat hadiah besar? Hari ini kita belajar tentang malam istimewa yang pahalanya lebih besar dari 83 tahun ibadah!”
  3. Menyampaikan tujuan pembelajaran

B. Kegiatan Inti (50 menit)

  1. Menyimak: Guru membacakan Surah Al-Qadr dengan tartil, siswa menyimak
  2. Menirukan: Siswa menirukan bacaan ayat per ayat secara klasikal dan individu 
  3. Bercerita: Guru menceritakan kisah tentang seorang laki-laki Bani Israil yang beribadah seribu bulan dan turunnya Surah Al-Qadr 
  4. Menjelaskan Arti: Guru menjelaskan arti setiap ayat dengan bahasa sederhana
  5. Menghafal: Hafalan bertahap (ayat 1-2, lalu 3-5) 
  6. Tanya Jawab: “Kapan Al-Qur’an diturunkan?” (Malam Lailatul Qadr). “Apa keistimewaan malam itu?” (Lebih baik dari seribu bulan) 

C. Penutup (10 menit)

  1. Menyimpulkan: Surah Al-Qadr menjelaskan kemuliaan malam Lailatul Qadr, malam diturunkannya Al-Qur’an, yang lebih baik dari seribu bulan
  2. Refleksi: “Apa yang akan kalian lakukan jika mendapat malam Lailatul Qadr?”
  3. Tugas: Hafalkan Surah Al-Qadr di rumah dan ceritakan ke orang tua tentang Lailatul Qadr 
  4. Doa dan salam

D. Media dan Alat Peraga

MediaKeterangan
Poster Surah Al-QadrTulisan Arab, Latin, dan arti ukuran besar
Kartu Ayat dan TerjemahUntuk permainan Make a Match 
Gambar/IlustrasiGambar malam, bintang, malaikat, fajar
Video PembelajaranTayangan bacaan Surah Al-Qadr
Lembar Kerja Siswa (LKPD)Latihan menulis dan soal pemahaman 

E. Penilaian dan Evaluasi

1. Penilaian Hafalan

  • Siswa melafalkan Surah Al-Qadr secara bergiliran di depan kelas 

2. Penilaian Pengetahuan (Soal Sederhana)

SoalJawaban
Surah Al-Qadr terdiri dari berapa ayat?5 ayat 
Surah Al-Qadr adalah urutan surah ke-…97 
Apa arti Al-Qadr?Kemuliaan 
Malam Lailatul Qadr lebih baik dari…Seribu bulan 
Siapa yang turun pada malam Lailatul Qadr?Para malaikat dan Malaikat Jibril (Ruh) 

3. Rubrik Penilaian Sederhana

KriteriaMahir (4)Cakap (3)Baru Berkembang (2)Perlu Bimbingan (1)
Kelancaran HafalanHafal 5 ayat lancarHafal 3-4 ayatHafal 1-2 ayatBelum hafal
Ketepatan BacaanPengucapan tepat, makhraj benarSebagian tepatMasih terbata-bataBelum mampu membaca
Pemahaman MaknaBisa menjelaskan isi dengan lengkapBisa menjelaskan sebagianTahu sedikitBelum memahami

F. Sumber Belajar

  • Buku Al-Qur’an Hadis Kelas 2 MI, Kementerian Agama RI 
  • quran.kemenag.go.id (bacaan dan terjemahan)

BAHAN AJAR KELAS 1

Untuk kelas 1 MI, pembelajaran Al-Qur’an Hadis disusun dengan pendekatan yang menyenangkan dan bertahap. Materi difokuskan pada pengenalan dasar, seperti menghafal surat-surat pendek dan memahami adab sederhana, yang terbagi dalam dua semester .

Berikut adalah rincian materi pokok berdasarkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang umum digunakan:

📖 Semester 1

Fokus utama di semester ini adalah pengenalan awal dan pembiasaan.

  • Menghafal Surat-surat Pendek: Siswa mulai diperkenalkan dengan surat-surat pendek dari Juz ‘Amma. Target hafalan meliputi Surat Al-Fatihah, An-Naas, Al-Falaq, Al-Ikhlas, dan Al-Lahab .
  • Tujuan Pembelajaran: Siswa mampu melafalkan dan menghafalkan surat-surat tersebut dengan benar dan fasih .

🌱 Semester 2

Pembelajaran dilanjutkan dengan menambah hafalan dan pengenalan huruf.

  • Menambah Hafalan Surat Pendek: Target hafalan dilanjutkan dengan Surat An-Nashr dan Al-Quraisy .
  • Mengenal Huruf Hijaiyah: Ini adalah fondasi penting. Siswa dikenalkan pada huruf-huruf hijaiyah dan tanda baca (harakat) serta mulai belajar cara membacanya sesuai dengan tempat keluarnya huruf (makhraj) .
  • Memahami Hadis tentang Kebersihan: Siswa diperkenalkan dengan hadis tentang kebersihan. Tujuannya agar siswa mampu menerjemahkan secara sederhana, menghafalkan, serta menunjukkan perilaku bersih dalam kehidupan sehari-hari .
  • Tujuan Pembelajaran: Siswa mampu membaca huruf hijaiyah, melanjutkan hafalan surat pendek, serta memahami dan mengamalkan nilai kebersihan dari hadis .

💡 Pendekatan dalam Pembelajaran

Untuk mendukung pemahaman siswa kelas 1, bahan ajar biasanya dirancang dengan:

  • Konteks yang Dekat: Materi dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari, misalnya studi kasus sederhana tentang kebersihan .
  • Aktivitas Beragam: Terdapat aktivitas mandiri dan kelompok yang melatih keterampilan berpikir serta pemahaman siswa .
  • Terjemahan Per Kata: Memudahkan siswa memahami arti dari surat dan hadis yang dipelajari .

Rincian Target Hafalan Surat Pendek Kelas 1

No.SuratJumlah AyatIsi Kandungan SederhanaCatatan untuk Guru
1Al-Fatihah7Induknya Al-Qur’an, wajib dibaca dalam shalat. Mengandung pujian kepada Allah dan permohonan petunjuk.Prioritas utama karena dibaca setiap rakaat shalat. Ajarkan dengan pelafalan yang sangat teliti (tajwid dasar seperti mad dan ghunnah).
2An-Naas6Memohon perlindungan Allah dari godaan setan yang membisikkan kejahatan.Surat pendek dengan pengulangan kata yang mudah diingat. Biasakan membaca sebagai doa perlindungan sebelum tidur.
3Al-Falaq5Memohon perlindungan Allah dari kejahatan makhluk, kegelapan, sihir, dan hasad (dengki).Ajarkan bahwa surat ini adalah “doa pagi” untuk meminta keselamatan.
4Al-Ikhlas4Menegaskan keesaan Allah (tauhid). “Allah itu Esa, tidak beranak dan tidak diperanakkan.”Setara dengan sepertiga Al-Qur’an. Lafalnya pendek dan tegas, mudah dihafal.
5Al-Lahab5Kisah tentang Abu Lahab (paman Nabi) yang menentang dakwah dan akan celaka.Membantu siswa memahami bahwa perbuatan buruk akan mendapat balasan.
Tambahan (Semester 2)An-Nashr3Pertolongan Allah dan kemenangan (Fathu Makkah) akan datang, maka bertasbih dan memohon ampun.Sangat pendek (3 ayat), cocok untuk menambah semangat hafalan siswa.
Tambahan (Semester 2)Al-Quraisy4Kenikmatan Allah kepada suku Quraisy, agar mereka menyembah Allah yang memberi makan dan keamanan.Mengaitkan dengan rasa syukur atas makanan dan keamanan yang dirasakan sehari-hari.

Tips Mengajarkan Hafalan untuk Kelas 1

  1. Metode Pengulangan (Talaqqi):
    • Guru membaca satu ayat, siswa menirukan secara bersama-sama, lalu satu per satu. Lakukan pengulangan minimal 5-7 kali setiap pertemuan .
  2. Bernyanyi atau Melodi:
    • Surat pendek dilantunkan dengan irama sederhana dan ceria agar lebih mudah diingat oleh otak anak .
  3. Visual dan Gerakan:
    • Gunakan kartu bergambar untuk setiap kata kunci. Misalnya, untuk Surat Al-Fil, tunjukkan gambar gajah; untuk Al-Ma’un, tunjukkan gambar anak yatim.
  4. Setoran Hafalan Bertahap:
    • Target per minggu: 1 surat (untuk yang pendek seperti Al-Ikhlas) atau 2 pertemuan untuk surat yang lebih panjang (Al-Fatihah).
  5. Reward (Penghargaan):
    • Berikan stiker bintang atau pujian di depan kelas setiap kali siswa berhasil menyelesaikan setoran hafalan, untuk memotivasi teman-teman lainnya .

Contoh Kalimat Pengantar untuk Siswa

“Anak-anak, hari ini kita akan belajar surat yang sangat istimewa. Namanya Surat Al-Ikhlas. Surat ini hanya 4 ayat, tetapi pahalanya sangat besar, sama dengan membaca sepertiga Al-Qur’an. Ayo, kita baca bersama-sama. Dengarkan Ibu/Guru dulu ya… Qul huwallahu ahad…

Rincian Surat An-Nashr dan Al-Quraisy


1. Surat An-Nashr (الْنَّصْرُ) – “Pertolongan”

  • Jumlah Ayat: 3 ayat
  • Urutan dalam Al-Qur’an: Surah ke-110
  • Klasifikasi: Madaniyyah (turun di Madinah)

Teks Arab, Latin, dan Artinya

AyatArabLatinArtinya
1إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُIdzā jā-a nashrullāhi wal-fat-h“Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan,”
2وَرَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُونَ فِي دِينِ اللَّهِ أَفْوَاجًاWa ra-aitan-nāsa yadkhulūna fī dīnillāhi afwājā“Dan engkau melihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong,”
3فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ ۚ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًاFa sabbiḥ biḥamdi rabbika wastaghfir-hū, innahū kāna tawwābā“Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sungguh, Dia Maha Penerima tobat.”

Isi Kandungan Sederhana untuk Anak Kelas 1

  • Ayat 1-2: Allah akan menolong hamba-Nya dan memberikan kemenangan. Banyak orang akan masuk Islam secara ramai-ramai (seperti saat peristiwa Fathu Makkah).
  • Ayat 3: Ketika mendapat kemenangan, kita tidak boleh sombong. Kita harus memuji Allah dan meminta ampun kepada-Nya.

Nilai yang Bisa Diajarkan

  • Bersyukur atas pertolongan yang diberikan Allah.
  • Rendah hati (tidak sombong) ketika mendapat keberhasilan.
  • Rajin berdoa dan beristighfar (meminta ampun).

Cara Mengajarkan ke Anak Kelas 1

  1. Cerita Singkat: Ceritakan bahwa surat ini turun ketika Nabi Muhammad saw. berhasil menaklukkan Kota Makkah dengan damai. Allah memerintahkan Nabi untuk tetap memuji Allah dan meminta ampun, bukan malah membanggakan diri.
  2. Gerakan: Saat ayat 1-2, angkat tangan seperti menang (kemenangan). Saat ayat 3, tepuk dada dan minta ampun (sambil mengucap “astaghfirullah”).
  3. Lagu/Irama: Gunakan irama lagu anak yang ceria, misalnya nada “Balonku Ada Lima”, untuk memudahkan hafalan.

2. Surat Al-Quraisy (قُرَيْشٍ) – “Suku Quraisy”

  • Jumlah Ayat: 4 ayat
  • Urutan dalam Al-Qur’an: Surah ke-106
  • Klasifikasi: Makkiyyah (turun di Makkah)

Teks Arab, Latin, dan Artinya

AyatArabLatinArtinya
1لِإِيلَافِ قُرَيْشٍLi īlāfi quraisy“Karena kebiasaan orang-orang Quraisy,”
2إِيلَافِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَاءِ وَالصَّيْفِĪlāfihim riḥlatasy-syitā’i waṣ-ṣayf“(Yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas.”
3فَلْيَعْبُدُوا رَبَّ هَٰذَا الْبَيْتِFalya’budū rabba hādzal-bait“Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan pemilik rumah ini (Ka’bah),”
4الَّذِي أَطْعَمَهُمْ مِنْ جُوعٍ وَآمَنَهُمْ مِنْ خَوْفٍAlladzī aṭ’amahum min jū’i wa āmanahum min khauf“Yang telah memberi mereka makanan untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari rasa takut.”

Isi Kandungan Sederhana untuk Anak Kelas 1

  • Ayat 1-2: Allah mengingatkan nikmat yang diberikan kepada suku Quraisy. Mereka bisa bepergian dengan aman untuk berdagang di musim dingin (ke Yaman) dan musim panas (ke Syam).
  • Ayat 3-4: Karena Allah sudah memberi mereka makanan dan keamanan, maka sudah sepantasnya mereka menyembah Allah (Pemilik Ka’bah).

Nilai yang Bisa Diajarkan

  • Bersyukur atas makanan yang kita makan setiap hari.
  • Bersyukur atas rasa aman dan damai di lingkungan kita.
  • Menyembah hanya kepada Allah, bukan kepada yang lain.

Cara Mengajarkan ke Anak Kelas 1

  1. Cerita Singkat: Ceritakan bahwa suku Quraisy adalah nenek moyang Nabi Muhammad. Mereka sering bepergian jauh untuk berdagang. Allah melindungi perjalanan mereka sehingga aman dan bisa mendapatkan makanan yang cukup.
  2. Tanya Jawab: “Siapa yang memberi kita makanan?” (Allah). “Siapa yang membuat kita aman?” (Allah). “Maka siapa yang harus kita sembah?” (Allah).
  3. Visual: Tunjukkan gambar Ka’bah, serta gambar orang bepergian dengan unta di musim dingin dan musim panas (gunakan ilustrasi sederhana).

Tabel Ringkasan Kedua Surat

AspekAn-NashrAl-Quraisy
Jumlah Ayat34
Kata KunciPertolongan, kemenangan, bertasbih, istighfarKebiasaan Quraisy, musim dingin-panas, makanan, aman
Nilai UtamaRendah hati setelah sukses, rajin berdoaSyukur atas makanan dan keamanan, tauhid (hanya Allah yang disembah)
Metode HafalanGerakan tangan (menang → tepuk dada)Visual (gambar Ka’bah, unta, makanan)

Contoh Aktivitas Pembelajaran untuk Kelas 1

Aktivitas 1: Menyusun Kartu Ayat

  • Buat kartu-kartu berisi potongan ayat (setiap kartu 1 ayat). Minta siswa menyusun kartu tersebut secara berurutan.
  • Untuk Surat An-Nashr: 3 kartu. Untuk Surat Al-Quraisy: 4 kartu.

Aktivitas 2: Mewarnai Gambar

  • Sediakan gambar Ka’bah, orang bepergian, dan makanan. Siswa mewarnai sambil diingatkan bahwa semua ini adalah nikmat dari Allah.
  • Setelah mewarnai, siswa diminta menempelkan tulisan surat Al-Quraisy di bawah gambar.

Aktivitas 3: Setoran Hafalan dengan Bintang

  • Buat papan prestasi kelas. Setiap kali siswa berhasil menyetor hafalan An-Nashr, beri 1 bintang. Hafalan Al-Quraisy, beri 1 bintang lagi.
  • Jika hafal keduanya, beri hadiah khusus (misalnya stiker atau tepuk tangan meriah).

Contoh Soal Evaluasi Sederhana

A. Isian Singkat

  1. Surat An-Nashr terdiri dari … ayat. (jawaban: 3)
  2. Pada surat An-Nashr, kita diperintahkan untuk bertasbih dan … (jawaban: istighfar/meminta ampun)
  3. Surat Al-Quraisy menceritakan tentang kebiasaan suku … (jawaban: Quraisy)
  4. “Alladzī aṭ’amahum min jūi” artinya “Yang telah memberi mereka makanan untuk menghilangkan …” (jawaban: lapar)

B. Praktik Hafalan

  • Siswa diminta membaca/memperagakan hafalan Surat An-Nashr atau Al-Quraisy secara bergiliran di depan kelas.

Bahan Ajar Kelas 1: Mengenal Huruf Hijaiyah

Materi mengenal huruf hijaiyah merupakan fondasi penting bagi siswa kelas 1 agar kelak mampu membaca Al-Qur’an dengan baik. Berikut bahan ajar lengkap yang dapat digunakan.


A. Kompetensi Dasar dan Tujuan Pembelajaran

Capaian Pembelajaran (Fase A):
Peserta didik mampu mengenal huruf hijaiyah berharakat dan huruf hijaiyah bersambung sebagai dasar membaca Al-Qur’an .

Tujuan Pembelajaran:

  1. Siswa mampu menyebutkan huruf hijaiyah dari alif sampai ya dengan lafal yang benar .
  2. Siswa mampu mengenal tanda baca (harakat) fathah, kasrah, dan dhammah .
  3. Siswa mampu melafalkan huruf hijaiyah berharakat dengan benar .

B. Materi Pokok

1. Pengertian Huruf Hijaiyah

Huruf hijaiyah adalah huruf-huruf yang digunakan dalam aksara Arab untuk menulis Al-Qur’an. Jumlah huruf hijaiyah ada 28 huruf . Seperti halnya huruf alfabet di Indonesia, huruf hijaiyah adalah lambang bunyi yang membentuk kata dan kalimat dalam bahasa Arab .

Catatan Guru: Sampaikan bahwa mempelajari huruf hijaiyah adalah kewajiban bagi umat Islam karena merupakan dasar membaca Al-Qur’an. 


2. Daftar Huruf Hijaiyah (dari Alif sampai Ya)

No.HurufNamaNo.HurufNama
1اAlif15صShad
2بBa16ضDhad
3تTa17طTha
4ثTsa18ظZha
5جJim19ع‘Ain
6حHa20غGhain
7خKha21فFa
8دDal22قQaf
9ذDzal23كKaf
10رRa24لLam
11زZai25مMim
12سSin26نNun
13شSyin27وWaw
14عSad28هـHa
29لاLam-Alif
30يYa

Catatan: Beberapa sumber menyebutkan 30 huruf jika memasukkan Lam-Alif (لا) sebagai satu kesatuan .


3. Mengenal Harakat (Tanda Baca)

Huruf hijaiyah baru bisa dibunyikan apabila diberi harakat . Harakat dasar yang perlu diperkenalkan di kelas 1 ada tiga:

HarakatLambangNamaBunyiContoh
FathahَFathaha (contoh: بَ = ba)بَ
KasrahِKasrahi (contoh: بِ = bi)بِ
DhammahُDhammahu (contoh: بُ = bu)بُ

C. Metode Pembelajaran yang Efektif

Untuk siswa kelas 1, metode pembelajaran harus menyenangkan dan interaktif . Berikut beberapa pendekatan yang direkomendasikan:

MetodeKegiatan
Ceramah + DemonstrasiGuru menunjukkan poster huruf hijaiyah dan harakat, lalu melafalkan satu per satu, siswa menirukan .
Make and MatchSiswa memasangkan kartu huruf hijaiyah dengan kartu harakat atau bunyinya secara berkelompok .
Membaca Nyaring (Reading Aloud)Siswa melafalkan huruf hijaiyah secara bergiliran dengan suara keras .
Media VisualGunakan poster, alat peraga tiga dimensi, atau video pembelajaran huruf hijaiyah .
BernyanyiLagu huruf hijaiyah dengan irama ceria untuk memudahkan hafalan.

D. Kegiatan Pembelajaran (Skenario 1 Pertemuan)

A. Pendahuluan (10 menit)

  1. Guru memberi salam dan berdoa bersama .
  2. Menanyakan kabar dan memeriksa kehadiran siswa.
  3. Memberikan pertanyaan pemantik:
    • “Siapa yang sudah bisa membaca Al-Qur’an?”
    • “Siapa yang sudah mengenal huruf hijaiyah?” 
  4. Menyampaikan tujuan pembelajaran.

B. Kegiatan Inti (50 menit)

  1. Mengamati: Guru menempelkan poster huruf hijaiyah di papan tulis, siswa mengamati .
  2. Menjelaskan: Guru menjelaskan bahwa Al-Qur’an ditulis dengan huruf hijaiyah dan huruf ini harus dikenali dan dihafal .
  3. Menirukan: Guru melafalkan huruf hijaiyah satu per satu, siswa menirukan dengan suara keras .
  4. Berlatih: Siswa dibagi dalam kelompok kecil. Setiap kelompok diminta melafalkan huruf hijaiyah secara bergantian .
  5. Memperkuat: Guru menayangkan video pembelajaran tentang huruf hijaiyah .

C. Penutup (10 menit)

  1. Menyimpulkan pembelajaran bersama siswa.
  2. Refleksi: “Apa yang sudah kalian pelajari hari ini?” 
  3. Memberi tugas: berlatih melafalkan huruf hijaiyah di rumah.
  4. Menutup pelajaran dengan doa dan salam.

E. Media dan Alat Peraga

MediaKeterangan
Poster Huruf HijaiyahMenampilkan 28 huruf dengan ukuran besar dan jelas .
Poster HarakatMenampilkan fathah, kasrah, dhammah beserta contohnya .
Kartu Huruf dan HarakatUntuk permainan make and match .
Lembar Kerja Siswa (LKS)Berisi latihan menebalkan huruf hijaiyah dengan panduan titik-titik .
Video PembelajaranMenampilkan pelafalan huruf hijaiyah yang benar .

F. Penilaian dan Evaluasi

1. Penilaian Lisan

  • Siswa diminta menunjukkan dan melafalkan huruf hijaiyah yang ditunjuk guru.
  • Siswa diminta menyebutkan nama harakat yang ditunjukkan guru .

2. Penilaian Praktik

  • Siswa menirukan pelafalan huruf hijaiyah berharakat yang dicontohkan guru.
  • Siswa memasangkan kartu huruf dengan kartu harakat yang sesuai .

3. Rubrik Penilaian Sederhana

KriteriaMahirCakapLayakBaru Berkembang
Menyebutkan HurufMenyebutkan semua huruf dengan benarMenyebutkan sebagian besar hurufMenyebutkan beberapa hurufBelum dapat menyebutkan
Melafalkan HarakatMelafalkan dengan benar dan jelasMelafalkan dengan cukup jelasMelafalkan namun masih terbata-bataBelum dapat melafalkan

G. Refleksi untuk Guru

Setelah pembelajaran, guru dapat merenungkan:

  1. Apakah kegiatan belajar berhasil?
  2. Kesulitan apa yang dialami siswa?
  3. Apakah seluruh siswa mengikuti pelajaran dengan baik?
  4. Apa langkah perbaikan untuk pertemuan berikutnya? 

H. Sumber Belajar

  • Buku Al-Qur’an Hadis Kelas 1 Kementerian Agama RI .
  • Poster huruf hijaiyah dan harakat.
  • Lembar kerja menulis huruf hijaiyah dengan titik-titik .
  • Video pembelajaran dari sumber terpercaya.

Bahan Ajar Kelas 1: Memahami Hadis tentang Kebersihan

Materi hadis tentang kebersihan merupakan salah satu ajaran fundamental yang diajarkan kepada siswa kelas 1 MI. Tujuannya adalah menanamkan kesadaran akan pentingnya kebersihan sebagai bagian dari keimanan sekaligus membentuk karakter muslim yang bersih dan sehat .


A. Kompetensi Dasar dan Tujuan Pembelajaran

Capaian Pembelajaran (Fase A):
Peserta didik mampu memahami hadis tentang kebersihan secara sederhana, menghafalkannya, dan menerapkan nilai kebersihan dalam kehidupan sehari-hari .

Tujuan Pembelajaran:

  1. Siswa mampu melafalkan hadis tentang kebersihan dengan benar .
  2. Siswa mampu mengetahui arti hadis secara sederhana .
  3. Siswa mampu menghafalkan hadis tentang kebersihan .
  4. Siswa mampu menunjukkan perilaku bersih dalam kehidupan sehari-hari .

B. Materi Pokok: Hadis tentang Kebersihan

1. Teks Hadis (Arab, Latin, dan Arti)

ArabLatinArti
اَلطُّهُوْرُ شَطْرُ الْإِيْمَانِAṭ-ṭahūru syaṭrul īmān“Kebersihan adalah sebagian dari iman.” (HR. Muslim) 

2. Penjelasan Hadis untuk Anak Kelas 1

Hadis ini mengajarkan bahwa kebersihan itu penting, bahkan termasuk bagian dari iman seseorang . Artinya, orang yang beriman pasti menyukai kebersihan dan menjaganya.

Makna sederhana untuk anak-anak:

  • Hadis ini mengajarkan kita untuk selalu hidup bersih .
  • Bersih itu banyak macamnya: badan bersih, pakaian bersih, dan lingkungan bersih .
  • Jika kita bersih, berarti kita adalah muslim yang baik .

Catatan Guru: Secara akademis, redaksi “an-nadhafatu minal iman” dikenal sebagai ungkapan populer, sedangkan redaksi hadis yang diriwayatkan Imam Muslim adalah “aṭ-ṭahūru syaṭrul īmān” (kesucian/kebersihan adalah sebagian dari iman) . Keduanya mengandung makna yang sama: kebersihan adalah bagian penting dari iman.


C. Contoh Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari

Setelah memahami hadis, siswa diajak menerapkan nilai kebersihan dalam hal-hal berikut:

Aspek KebersihanContoh Kegiatan
Bersih BadanMandi teratur 2 kali sehari, menggosok gigi, mencuci tangan sebelum makan .
Bersih PakaianMengganti pakaian setiap hari, tidak memakai pakaian kotor .
Bersih LingkunganTidak membuang sampah sembarangan, membersihkan halaman dan tempat ibadah .

Praktik Mencuci Tangan yang Baik

Agar lebih mudah diingat, siswa dapat diajarkan langkah mencuci tangan yang benar melalui lagu dan gerakan :

  1. Basahi tangan dengan air mengalir.
  2. Gunakan sabun.
  3. Gosok telapak tangan, punggung tangan, sela-sela jari, dan kuku.
  4. Bilas dengan air bersih.
  5. Keringkan dengan handuk bersih.

Waktu penting mencuci tangan: sebelum makan, setelah dari toilet, dan setelah bermain .


D. Metode dan Kegiatan Pembelajaran

KegiatanDeskripsi
MengamatiGuru menunjukkan gambar anak-anak yang sedang mandi, mencuci tangan, dan membersihkan lingkungan .
MenirukanGuru melafalkan hadis “Aṭ-ṭahūru syaṭrul īmān” secara berulang, siswa menirukan .
MenghafalSiswa menghafal hadis dengan bimbingan guru. Hafalan diulang setiap pertemuan .
BerceritaGuru bercerita tentang pentingnya kebersihan dan akibat jika malas menjaga kebersihan (misalnya: sakit) .
Prakerja (Role Play)Siswa mempraktikkan cara mencuci tangan, menggosok gigi, dan membersihkan kelas .
BernyanyiLagu “Cuci Tangan” atau “Sikat Gigi” untuk membuat pembelajaran menyenangkan .

E. Aktivitas Pembelajaran (Skenario 1 Pertemuan)

A. Pendahuluan (10 menit)

  1. Salam dan doa bersama.
  2. Tanya jawab: “Siapa tadi pagi sudah mandi?” “Siapa yang sudah sikat gigi?”
  3. Menyampaikan tujuan: belajar hadis tentang kebersihan.

B. Kegiatan Inti (50 menit)

  1. Mengenal Hadis: Guru menuliskan hadis “Aṭ-ṭahūru syaṭrul īmān” di papan tulis, lalu membacakan artinya .
  2. Menirukan: Guru melafalkan hadis berulang kali, siswa menirukan dengan semangat .
  3. Menghafal: Siswa menghafal hadis secara bersama-sama dan bergiliran .
  4. Mengamati Gambar: Guru menunjukkan gambar kegiatan bersih-bersih, siswa menyebutkan apa yang mereka lihat .
  5. Praktik: Siswa diajak ke wastafel untuk mempraktikkan cuci tangan yang benar .

C. Penutup (10 menit)

  1. Menyimpulkan: “Hadis yang kita pelajari artinya kebersihan adalah sebagian dari iman.”
  2. Refleksi: “Mulai hari ini, kita harus rajin mandi, sikat gigi, dan cuci tangan.”
  3. Tugas: Hafalkan hadis di rumah dan terapkan kebersihan.
  4. Doa dan salam.

F. Media dan Alat Peraga

MediaKeterangan
Poster HadisTulisan Arab, Latin, dan arti hadis ukuran besar .
Gambar AnimasiGambar anak mandi, sikat gigi, cuci tangan, membuang sampah .
Video PembelajaranVideo lagu cuci tangan atau animasi tentang kebersihan .
Sabun dan WastafelUntuk praktik langsung mencuci tangan .

G. Penilaian dan Evaluasi

1. Penilaian Hafalan

  • Siswa diminta melafalkan hadis “Aṭ-ṭahūru syaṭrul īmān” di depan kelas .

2. Penilaian Sikap (Observasi)

  • Guru mengamati perilaku siswa: apakah mereka menjaga kebersihan diri (kuku bersih, pakaian rapi) dan lingkungan (membuang sampah pada tempatnya) .

3. Soal Sederhana (Lisan/Tertulis)

  • “Apa arti hadis Aṭ-ṭahūru syaṭrul īmān?” (Jawaban: Kebersihan adalah sebagian dari iman)
  • “Sebutkan 2 cara menjaga kebersihan badan!” (Jawaban: mandi, sikat gigi, cuci tangan)

4. Rubrik Penilaian

KriteriaMahirCakapBaru Berkembang
Hafalan HadisHafal dengan lancarHafal dengan bantuanBelum hafal
Praktik KebersihanSelalu menerapkanKadang menerapkanBelum terbiasa

H. Sumber Belajar

  • Buku Al-Qur’an Hadis Kelas 1 MI (Kementerian Agama RI) .
  • Buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 1 SD .
  • Modul ajar dan RPP hadis kebersihan .